PADANG, KOMPAS.com – Di tengah kesibukan lalu lintas di persimpangan Padang Selatan, Selasa (21/4/2026), sekelompok perempuan berseragam kebaya membagikan setangkai mawar kepada para pengendara perempuan. Aksi yang dilakukan oleh Srikandi Relawan Kebencanaan Kota Padang ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pengingat akan jeda dan semangat Kartini di tengah upaya pemulihan pascabencana.
Mawar yang dibagikan menjadi simbol apresiasi bagi kaum hawa di Kota Padang yang baru saja melewati masa sulit akibat banjir bandang empat bulan lalu. Beban psikologis pascabencana ini diperberat oleh tantangan ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Kami ingin mengingatkan kaum hawa yang sibuk dengan rutinitasnya bahwa hari ini adalah momen mereka. Ini bentuk apresiasi kecil di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang sedang tidak menentu,” ujar Devi Susanty Razif, salah satu anggota Srikandi Relawan Kebencanaan, kepada Kompas.com.
Peran Vital Perempuan dalam Penanggulangan Bencana
Devi menjelaskan bahwa kegiatan pembagian mawar ini merupakan bagian dari agenda rutin tahunan yang selalu dikemas secara berbeda. Sebelumnya, mereka telah menggelar berbagai kegiatan seperti pembagian makanan, aksi fogging, hingga pembagian bunga.
Pada tahun ini, perhatian khusus diberikan kepada dua perempuan yang memiliki peran penting di Pemerintah Kota Padang. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dukungan sesama perempuan dalam upaya memajukan daerah.
Devi menyoroti peran krusial perempuan yang seringkali menjadi tulang punggung tak terlihat saat status tanggap darurat ditetapkan. “Selama bencana, peran perempuan sangat vital. Terutama di lini logistik. Mungkin mereka tidak memegang cangkul di lokasi evakuasi, tetapi mereka memegang spatula di dapur umum untuk memastikan ribuan korban dan petugas tetap mendapatkan asupan energi,” tuturnya.
Semangat Kartini dalam Kehidupan Modern
Bagi para relawan, sosok Kartini lebih dari sekadar pakaian tradisional atau catatan sejarah. Kartini kini direpresentasikan oleh ketangguhan perempuan Minang yang mampu bertahan di tengah berbagai permasalahan, baik ekonomi maupun ancaman bencana alam.
Melalui mawar imitasi yang dibagikan, Srikandi Relawan Kebencanaan berharap dapat menanamkan pesan bahwa semangat juang perempuan akan senantiasa hidup dan menginspirasi generasi mendatang. “Kartini hari ini adalah mereka yang mampu menginspirasi perempuan lain untuk tetap berdaya, apa pun profesi dan tantangannya,” pungkas Devi.






