Nasional

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Advertisement

Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program wisata medis atau medical tourism sebagai upaya menyediakan layanan kesehatan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan alternatif berobat tanpa harus bepergian ke luar negeri, mencakup seluruh rangkaian perawatan mulai dari konsultasi, penjemputan di bandara, tindakan medis seperti medical check-up (MCU) atau operasi, hingga fasilitas pemulihan dan wisata.

Peluncuran program ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya pada Selasa, 21 April 2026. Program medical tourism ini melibatkan delapan rumah sakit di Surabaya yang telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Surabaya Perkuat Posisi sebagai Destinasi Kesehatan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa peluncuran program medical tourism merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai kota tujuan layanan kesehatan. Ia menekankan bahwa fasilitas medis di Surabaya kini mampu memberikan berbagai jenis pengobatan yang selama ini banyak dicari masyarakat di luar negeri.

“Alhamdulillah medical tourism di Surabaya baru diluncurkan. Ada delapan rumah sakit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Kemenkes,” ujar Wali Kota Eri dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Konsep medical tourism di Surabaya tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan sektor pariwisata melalui kolaborasi dengan biro perjalanan. Skema ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan terpadu, mulai dari penjemputan di bandara, perawatan di rumah sakit, hingga akomodasi hotel.

“Kami juga berkolaborasi dengan biro perjalanan wisata. Dengan demikian, pasien yang ingin berobat di medical tourism Surabaya bisa memilih untuk dijemput dari bandara menuju ke rumah sakit,” jelasnya.

Eri Cahyadi optimistis program ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri, mengingat kualitas rumah sakit di Surabaya dinilai setara dengan fasilitas di luar negeri. “Surabaya akan menjadi bagian dari kota untuk (layanan) kesehatan. Kami akan memasifkan promo ini,” imbuhnya.

Layanan Unggulan dan Kepercayaan Internasional

Setiap rumah sakit yang tergabung dalam program ini memiliki layanan unggulan yang berbeda, meliputi spesialisasi jantung, terapi, hingga layanan kesehatan anak. Wali Kota Eri berharap ke depannya akan semakin banyak rumah sakit di Surabaya yang memperoleh sertifikasi serupa untuk memperkaya pilihan layanan.

“Delapan rumah sakit punya layanan unggulan masing-masing. Ada jantung, ada yang terkait dengan terapi, serta ada yang terkait dengan anak. Jadi, punya unggulan masing-masing,” paparnya.

Eri Cahyadi juga mengungkapkan bahwa sejumlah rumah sakit di Surabaya telah melayani pasien dari luar negeri, yang menunjukkan tingkat kepercayaan internasional terhadap kualitas layanan kesehatan di Kota Pahlawan.

“Kami melihat dokter di Surabaya luar biasa. Semoga ini bisa memberikan kepercayaan kepada warga Indonesia untuk tidak ke luar negeri, khususnya di Surabaya.”

Terkait ketersediaan dokter spesialis, Wali Kota Eri memastikan bahwa delapan rumah sakit telah memenuhi standar yang dipersyaratkan Kemenkes untuk program medical tourism. “Kalau sudah masuk ke medical tourism, kebutuhan rumah sakit terhadap dokter spesialis pasti terpenuhi. Karena kalau dokter spesialisnya tidak terpenuhi, tidak mungkin mendapatkan sertifikat medical tourism,” tuturnya.

Advertisement

Target Pasien dan Strategi Promosi

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan jumlah pasien medical tourism dapat mencapai 500 hingga 1.000 orang dalam beberapa bulan pertama pelaksanaan. Target ini dianggap realistis mengingat tingginya minat pasien dari Indonesia Timur maupun mancanegara yang sudah berobat ke Surabaya.

“Kami menargetkan 500 sampai 1.000 orang datang ke Surabaya. Kami akan lihat dari beberapa bulan ke depan,” ujar Wali Kota Eri.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemkot Surabaya akan menggencarkan promosi melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat, kereta api, dan kapal laut. Promosi akan menonjolkan keunggulan layanan medis dan dokter spesialis di masing-masing rumah sakit.

“Kami bisa melihat sudah banyak pasien dari Indonesia Timur dan luar negeri datang ke Surabaya. Maka, promosi akan ditingkatkan dengan kelebihan dan kemampuan dari masing-masing dokter dan pelayanan unggulan di setiap rumah sakit,” pungkasnya.

Lebih Terjangkau Dibanding Negara Tetangga

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa konsep medical tourism menggabungkan layanan kesehatan dengan wisata dalam satu paket harga. Pasien akan menerima perawatan medis, sementara keluarga yang mendampingi dapat menikmati fasilitas wisata.

“Prinsipnya pelayanan dengan wisata. Garis besarnya yang sakit kami rawat. Sementara itu, keluarga yang mendampingi dapat menikmati paket wisata,” ujar dr. Billy.

Ia memberikan contoh penanganan pasien dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, yang dilayani mulai dari penjemputan di Bandara Juanda menggunakan ambulans hingga perawatan di rumah sakit hingga sembuh.

Terkait biaya, dr. Billy menyebutkan bahwa layanan medical tourism di Surabaya relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Biaya ini mengacu pada regulasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya.

“Kalau dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura, medical tourism di Surabaya jauh lebih murah,” kata dr. Billy. Ia memperkirakan biaya layanan di rumah sakit Surabaya hanya sekitar 75 persen dari biaya berobat di Malaysia atau Singapura, sehingga memberikan penghematan sekitar 25 persen.

Adapun delapan rumah sakit yang tergabung dalam program medical tourism Surabaya meliputi:

  • RSUD Dr. Mohamad Soewandhie
  • Rumah Sakit Husada Utama
  • Rumah Sakit Ubaya
  • Rumah Sakit Premier Surabaya
  • RSUD Dr. Soetomo
  • Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya
  • Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR)
  • Rumah Sakit Siloam

Masing-masing rumah sakit menawarkan berbagai layanan unggulan, seperti onkologi, penggantian sendi lutut (total knee replacement), bayi tabung, hemodialisa, radiologi, bedah saraf, imunoterapi, bedah jantung, rekonstruksi kraniofasial, serta layanan pengobatan tradisional dan komplementer. (ADV)

Advertisement