Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali mengamankan dana segar senilai Rp 70 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Kucuran dana ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan konektivitas wilayah dan mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan perjanjian antara Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Senin (21/4/2026).
Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan anggaran belanja daerah dalam pembangunan infrastruktur. Pinjaman daerah dari PT SMI menjadi alternatif pendanaan yang lebih fleksibel dibandingkan hanya mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Stimulus Ekonomi dan Dampak Pariwisata
Dana pinjaman ini dirancang untuk memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, dengan fokus utama pada sektor pariwisata yang menjadi unggulan Trenggalek.
Pembangunan jalan strategis di kawasan pesisir dan destinasi wisata diharapkan dapat menekan biaya logistik sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan analisis dampak ekonomi, pengembangan sektor pariwisata melalui pembiayaan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi hingga Rp 11,36 miliar per tahun.
Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan PAD sebesar 1,9 persen hingga 3,1 persen dalam lima tahun ke depan. Sektor pariwisata di kawasan ikonik seperti Pantai Prigi, Karanggongso, dan Goa Lowo juga diprediksi dapat menyerap 280 tenaga kerja baru.
“Pembiayaan ini kami arahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka potensi ekonomi lokal Trenggalek, khususnya sektor pariwisata yang memiliki daya ungkit tinggi bagi pertumbuhan daerah,” ujar Faaris Pranawa, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI.
Faaris Pranawa menegaskan bahwa PT SMI berperan sebagai mitra pembangunan yang memberikan solusi adaptif bagi daerah, melampaui peran lembaga keuangan konvensional.
Struktur Pembiayaan dan Nilai Tambah
Sinergi antara Trenggalek dan PT SMI ini menawarkan beban bunga yang kompetitif sebesar 6 persen. Menariknya, kerja sama ini juga menyertakan paket dukungan sosial dan lingkungan.
PT SMI akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 490 juta untuk pengembangan RSUD Dr. Soedomo. Selain itu, diberikan pula hibah sebesar Rp 2 miliar untuk penyusunan kajian pengelolaan persampahan daerah.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyambut baik kolaborasi ini sebagai percepatan pembangunan infrastruktur prioritas. Keberanian Trenggalek berutang kembali kepada PT SMI didasari oleh rekam jejak positif sebelumnya.
Pada tahun 2021, Trenggalek berhasil mengelola pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 250 miliar yang dijadwalkan lunas tahun ini tanpa kendala berarti.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas daerah. Dukungan pembiayaan dari PT SMI akan kami optimalkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah serta memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” tutur Mochamad Nur Arifin.
Hingga Februari 2026, PT SMI telah mengelola total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp 37,08 triliun. Angka ini mencerminkan semakin proaktifnya pemerintah daerah di Indonesia dalam mencari celah pembiayaan demi pemerataan ekonomi yang inklusif.






