Semarang, Kompas.com – Universitas Diponegoro (Undip) menargetkan penerimaan sekitar 14.000 mahasiswa baru jenjang sarjana pada tahun 2026. Angka tersebut akan didistribusikan melalui tiga skema utama seleksi penerimaan mahasiswa baru.
Rektor Undip, Suharnomo, menjelaskan bahwa kuota mahasiswa baru tahun ini terbagi atas Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang telah berlangsung dengan minimal 20 persen, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sekitar 30 persen, dan sisanya melalui Jalur Mandiri.
“Kalau dilihat dari tren SNBT kemarin, Undip masuk top four dari seluruh PTN,” ujar Suharnomo di Gedung Rektorat Undip, Senin (20/4/2026).
Persiapan UTBK-SNBT
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Undip dijadwalkan berlangsung mulai 21 hingga 29 April 2026. Sebanyak 23.933 peserta dari berbagai daerah akan mengikuti ujian di pusat lokasi Undip.
Untuk menunjang kenyamanan peserta, universitas telah menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer yang ditempatkan di ruangan ber-AC di Kampus Tembalang dan Pleburan.
Materi tes yang akan diujikan dalam UTBK-SNBT meliputi:
- Tes Potensi Skolastik (TPS)
- Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
- Penalaran Matematika
Jalur Mandiri dan Komitmen Biaya Pendidikan
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui jalur nasional, Undip masih membuka kesempatan melalui Jalur Mandiri dengan daya tampung maksimal 50 persen.
Suharnomo menegaskan komitmen Undip untuk menjaga biaya pendidikan agar tetap terjangkau dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“UKT Undip sudah 8 tahun memang tidak berubah dan mudah-mudahan tahun ini serta berikutnya juga tetap. Dibandingkan dengan top 10 universities yang lain, saya rasa Undip paling affordable,” tuturnya.
Beasiswa dan Program Kuliah Gratis
Undip memastikan bahwa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tetap dapat mengikuti Seleksi Mandiri. Setiap tahunnya, universitas mengalokasikan dana beasiswa senilai Rp 80 miliar untuk membantu mahasiswa berprestasi maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Lebih lanjut, terdapat program khusus yang menawarkan kuliah gratis 100 persen untuk beberapa jurusan tertentu. Program ini mencakup jenjang S1 Teknologi dan Bisnis Perikanan Kelautan di Jepara, serta S1 Agrobisnis di Batang.
“Itu mungkin 90 persen bahkan 100 persen gratis. Sudah dapat asrama, seragam, buku, hingga makan sampai lulus,” pungkas Suharnomo.
Saat ini, Undip mencatat rata-rata 23 persen dari total mahasiswanya merupakan penerima bantuan pendidikan.






