PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,6 persen pada kuartal I-2026, mencapai Rp 558,9 miliar. Kinerja positif ini diraih di tengah tantangan industri otomotif yang dinamis, didukung oleh peningkatan pendapatan konsolidasian yang mencapai Rp 5,3 triliun, naik 7,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menyatakan bahwa perseroan memulai tahun 2026 dengan fundamental usaha yang kuat dan kinerja yang resilien. “Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Yusak dalam keterangan pers, Selasa (21/4/2026).
Kinerja Segmen Manufaktur dan Perdagangan
Kinerja AUTO pada kuartal I-2026 ditopang oleh permintaan yang stabil dari pasar aftermarket dan original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang terus terjaga.
Pada segmen manufaktur, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 2,7 triliun, mengalami pertumbuhan 2,5 persen dibandingkan kuartal I-2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh permintaan dari pelanggan OEM pada segmen kendaraan roda dua, serta penguatan portofolio produk untuk kendaraan roda dua dan empat.
Dalam rangka mendukung strategi jangka panjang, Astra Otoparts terus berinovasi dalam pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts. Selain itu, perusahaan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO. Diversifikasi bisnis ke sektor nonotomotif seperti alat kesehatan, komponen alat berat, dan kebutuhan industri lainnya juga terus didorong untuk memperkuat struktur bisnis.
Sementara itu, segmen perdagangan menunjukkan pertumbuhan yang lebih signifikan. Pendapatan segmen ini mencapai Rp 2,6 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh tingginya permintaan aftermarket domestik serta ekspansi jaringan distribusi dan ritel.
Periode libur Lebaran pada Maret 2026 turut memperkuat momentum, mendorong peningkatan aktivitas servis dan penggantian komponen kendaraan. Hal ini berdampak positif pada peningkatan aktivitas jaringan bengkel dan retailer, yang kemudian mendorong penjualan di jaringan distribusi perusahaan.
Jaringan Distribusi dan Digitalisasi
Astra Otoparts didukung oleh jaringan yang luas, terdiri dari 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Hingga kuartal I-2026, perusahaan mengoperasikan 659 gerai ritel modern, termasuk Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, dan Motoquick.
Untuk memperluas jangkauan pasar, AUTO mengembangkan platform digital Astra Otoshop. Platform ini melayani segmen business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C), memungkinkan pelanggan melakukan pembelian produk secara daring sekaligus memanfaatkan jaringan gerai fisik untuk layanan pemasangan.
Dalam mendukung transisi elektrifikasi, perusahaan juga mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower. Hingga kuartal I-2026, fasilitas ini telah tersedia di 69 unit di 59 lokasi di Indonesia.
Perkembangan Neraca Keuangan
Dari sisi neraca, total aset AUTO tercatat sebesar Rp 23,6 triliun, menunjukkan peningkatan 4,2 persen dibandingkan kuartal I-2025. Ekuitas juga mengalami kenaikan 3,1 persen menjadi Rp 17,5 triliun.






