JAKARTA, CNN INDONESIA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,4 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa kinerja positif ini didorong oleh sinergi bisnis yang dijalankan secara terarah.
“Laba konsolidasi yang mencapai Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” ujar Riduan dalam konferensi pers virtual pada Selasa (21/4/2026).
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.530 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka tersebut melonjak 17,4 persen secara tahunan.
Kualitas kredit Bank Mandiri juga terpantau terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada level bank only berada di angka 0,98 persen.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga dan Efisiensi Operasional
Selain pertumbuhan kredit, Bank Mandiri juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat signifikan. DPK bank only tercatat sebesar Rp 1.675 triliun, tumbuh 21,1 persen secara tahunan.
Dana murah, yang terdiri dari current account saving account (CASA), mencapai Rp 1.201 triliun. Peningkatan ini sebesar 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Efisiensi operasional Bank Mandiri juga menunjukkan perbaikan. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO berhasil ditekan hingga menjadi 58 persen, dengan penurunan mencapai 3,48 persen secara tahunan.
Kinerja Profitabilitas dan Permodalan yang Kuat
Profitabilitas bank pelat merah ini tetap terjaga kuat. Return on equity (ROE) tercatat berada di level 22,1 persen.
Dari sisi permodalan, Bank Mandiri juga menunjukkan posisi yang kokoh dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 19,7 persen.
Riduan menambahkan bahwa capaian kinerja ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk terus menjaga pertumbuhan sekaligus menghadapi potensi risiko pasar.
“Kinerja Bank Mandiri bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Riduan.






