Regional

Cegah Aplikasi Ilegal, Untidar Gunakan Sistem “Booting” Flashdisk di UTBK 2026

Advertisement

MAGELANG, KOMPAS.com – Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, yang diikuti oleh 8.718 peserta dalam 17 sesi ujian mulai 21 hingga 28 April 2026. Pelaksanaan ujian tersebar di laboratorium komputer Untidar Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, serta dua sekolah mitra, SMA Negeri 4 Magelang dan SMA Negeri 5 Magelang.

Sistem ‘Booting’ Flashdisk untuk Antisipasi Kecurangan

Untuk meminimalisir potensi kecurangan, Untidar mengimplementasikan sistem baru dalam penyelenggaraan UTBK tahun ini. Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi Untidar, Andriyatna Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem booting melalui perangkat eksternal berupa flashdisk.

“Tahun lalu masif sekali kecurangan dengan aplikasi yang tertanam di PC (personal computer). Dengan sistem ini, peserta hanya dapat mengerjakan soal ketika komputer mampu membaca flashdisk sebagai perangkat eksternal,”

ungkap Andriyatna dalam konferensi pers di Kampus Sidotopo pada Selasa (21/4/2026). Sebanyak 530 unit komputer telah disiapkan dan dioperasikan di seluruh lokasi ujian untuk mendukung kelancaran proses ujian bagi ribuan peserta.

Jaminan Pasokan Listrik dan Koneksi Internet

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untidar, Giri Atmoko, memberikan kepastian bahwa pelaksanaan UTBK tidak akan terganggu oleh kendala teknis seperti pemutusan koneksi internet maupun pemadaman listrik.

Advertisement

“Kami menyiagakan tim inti dari PLN. Insya Allah selama UTBK, jika tidak dalam kondisi darurat, tidak akan ada pemadaman listrik. Kami menjamin kegiatan berjalan dengan lancar,”

tegas Giri. Kesiapan infrastruktur ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan ujian yang kondusif.

Peningkatan Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Pada jalur UTBK-SNBT 2026, Untidar membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk mendaftar di 28 program studi sarjana dengan total kuota 2.350 kursi. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang menyediakan 2.170 kursi.

Penambahan kuota ini diharapkan dapat menampung tingginya minat lulusan SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tidar, seiring dengan upaya universitas untuk terus meningkatkan kapasitas penerimaan.

Advertisement