Asia turut melahirkan perempuan-perempuan dengan kekayaan luar biasa, bahkan menyentuh puluhan miliar dollar Amerika Serikat. Savitri Jindal & family asal India menduduki puncak daftar perempuan terkaya di benua tersebut, sekaligus menempatkan diri di posisi ke-7 daftar global.
Data Forbes real-time billionaires list per Selasa (21/4/2026) pagi mencatat, kekayaan Savitri Jindal & family mencapai 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 685,52 triliun. Di bawahnya, dua sosok wanita asal China melengkapi jajaran teratas, masing-masing mengembangkan kekayaan dari sektor yang berbeda.
Tiga Perempuan Terkaya di Asia Versi Forbes 2026
1. Savitri Jindal & family (India)
Savitri Jindal & family memimpin daftar perempuan terkaya di Asia berkat bisnis keluarga yang merentang di sektor baja, energi, semen, dan infrastruktur. Per 21 April 2026 pagi, aset mereka tercatat sebesar 40 miliar dollar AS.
Savitri Jindal mengambil alih kepemimpinan Grup O.P. Jindal setelah suaminya, Om Prakash Jindal, pendiri grup tersebut, meninggal dunia pada 2005. Pasca wafatnya sang pendiri, perusahaan-perusahaan dalam grup ini dibagi kepada keempat putra mereka, yang kini mengelola bisnis masing-masing secara mandiri.
Sajjan Jindal, salah satu putra, mengelola aset terbesar dari grup ini. Berbasis di Mumbai, ia memimpin sejumlah perusahaan seperti JSW Steel, JSW Cement, dan JSW Paints. Ia juga telah mendorong ekspansi ke kendaraan listrik melalui kerja sama dengan MG Motor pada 2024, yang berhasil menjual 100.000 unit. Setahun kemudian, ia membawa JSW Cement melantai di bursa saham.
Sementara itu, anak bungsu mereka, Naveen Jindal, mengelola Jindal Steel & Power. Selain berkecimpung di dunia bisnis, Naveen juga aktif di ranah politik. Pada Maret 2024, ia memutuskan keluar dari Partai Kongres dan bergabung dengan Bharatiya Janata Party.
2. Zheng Shuliang & family (China)
Di peringkat kedua perempuan terkaya di Asia dan ke-9 dunia, bertengger nama Zheng Shuliang & family dari China. Kekayaan mereka mencapai 34,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 596,52 triliun.
Zheng Shuliang menjabat sebagai wakil ketua China Hongqiao Group, sebuah perusahaan produsen aluminium raksasa di China yang didirikan oleh mendiang suaminya, Zhang Shiping (meninggal 2019). Di bawah kepemimpinan Zhang, Hongqiao berkembang pesat menjadi perusahaan bernilai miliaran dollar, seiring dengan reformasi ekonomi China.
Putra mereka, Zhang Bo, kini menduduki kursi ketua sekaligus CEO Hongqiao yang terdaftar di Bursa Hong Kong. Sementara itu, putri mereka, Zhang Hongxia, menjalankan perusahaan tekstil Weiqiao Textile. Perusahaan ini menjadi perusahaan tertutup dan keluar dari Bursa Efek Hong Kong pada 2024.
3. Zhong Huijuan (China)
Nama ketiga dalam daftar teratas perempuan terkaya di Asia adalah Zhong Huijuan, seorang pengusaha di bidang farmasi dengan kekayaan menembus 20,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 356,59 triliun.
Zhong Huijuan adalah sosok di balik Hansoh Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi asal China yang memproduksi berbagai jenis obat, termasuk untuk kanker (onkologi), gangguan kejiwaan, diabetes, dan penyakit lainnya. Ia menjabat sebagai ketua sekaligus CEO perusahaan tersebut.
Suaminya, Sun Piaoyang, juga merupakan tokoh terkemuka di dunia farmasi. Sun Piaoyang adalah seorang miliarder dan memimpin Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals, perusahaan farmasi yang sahamnya tercatat di Bursa Shanghai dan Hong Kong. Putri mereka, Sun Yuan, menempati posisi sebagai direktur eksekutif di Hansoh.
Hansoh Pharmaceutical Group, yang berbasis di Lianyungang, China, telah tercatat di Bursa Hong Kong sejak 2019. Perusahaan ini terus berupaya memperluas pasar global, salah satunya melalui kerja sama lisensi produk dengan perusahaan farmasi besar dunia seperti Merck, dengan nilai kesepakatan yang disebut mencapai miliaran dollar.






