SURABAYA, Kompas.com – Jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Surabaya akan disuguhkan beragam hidangan khas Nusantara selama perjalanan udara menuju Arab Saudi dan Madinah. Menu tersebut telah melalui uji coba dan dipaparkan saat meals test di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Jumat (17/5/2024), di hadapan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.
Makanan untuk jemaah haji ini diproduksi oleh Aerofood ACS (Aerowisata Catering Services), unit usaha Garuda Indonesia, yang berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, tepatnya di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Chef Executive ACS, Kristanto, menjelaskan bahwa selama penerbangan, jemaah haji embarkasi Surabaya akan menerima tiga kali sajian makanan, meliputi hidangan utama yang terdiri dari kombinasi ikan dan daging, ikan dan ayam, serta kudapan (snack) dan jus sari kacang hijau.
“Rata-rata untuk meals (makanan) kita beratnya itu sekitar 470 gram dengan kalori rata-rata 400 kalori. Jadi sangat sudah terjaga sekali untuk jemaah haji,” ujar Kristanto kepada Kompas.com pada Jumat.
Ia menambahkan, pemilihan menu khas Nusantara ini bertujuan untuk menyesuaikan selera jemaah sekaligus menjaga kesehatan mereka sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. “Masakan cenderung Nusantara karena yang pertama yang perlu diwaspadai jemaah haji tidak mau makanan yang pedas. Bahkan tekstur-tekstur cabai juga tidak mau. Mungkin berkaitan dengan kesehatan,” tuturnya.
Proses Produksi dan Pengolahan Makanan
Dalam sehari, Aerofood ACS memproduksi sekitar 1.900 porsi makanan. Jumlah ini disesuaikan dengan jadwal penerbangan yang rata-rata mencapai lima kali dalam sehari, dengan setiap penerbangan mengangkut sekitar 380 jemaah haji.
Kristanto menjelaskan bahwa proses memasak tidak dilakukan sesaat sebelum keberangkatan. Makanan diolah setidaknya dua hari sebelum jadwal keberangkatan (H-2). Setelah dimasak, makanan akan melalui proses pembekuan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
“Kalau dimasaknya H-2. CCP (Critical Control Point), kita sesuaikan dengan SOP, standar batas kritis suhu kita sesuaikan sampai packaging tidak boleh lebih dari 45 menit dengan batas kritis suhu di bawah 10 derajat. Setelah itu kita lakukan pembekuan, baru nanti di pesawat ada reheating (memanaskan kembali),” urai Kristanto.
Aerofood ACS juga menyediakan menu alternatif bagi jemaah yang memiliki alasan tertentu untuk tidak mengonsumsi sajian utama. “Biasanya kita ada service, kita sediakan bubur apabila jemaah berhalangan makan makanan yang kita sediakan,” pungkasnya.
Rincian Menu Jemaah Haji Embarkasi Surabaya
Berikut adalah rincian menu yang disajikan untuk jemaah haji embarkasi Surabaya selama penerbangan:
Menu Pertama
- Kentang mustofa
- Ayam bakar bumbu rujak
- Sayuran tumis (kacang panjang, wortel, buncis)
- Nasi putih (130 gram)
- Semur daging
- Kerupuk udang
- Puding
- Roti gulung
- Air mineral
Menu Kedua
- Orek tahu dan tempe
- Kare ayam
- Tumis sayur
- Nasi putih
- Pesmol ikan
- Jeruk
Menu Ketiga (Snack)
- Roti keju
- Muffin pisang
- Susu kacang hijau
- Jenang kudus






