Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Rizki Rahman menanggung beban amanah yang tidak ringan. Ia menjadi pembawa lebih dari 20 titipan doa dari warga di sekitarnya untuk dipanjatkan di Tanah Suci pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.
“Banyak yang nitip doa, bahkan saya sampai ada catatan doa-doa orang, kurang lebih 20 lebih,” ujar Rizki, salah satu jemaah haji termuda musim haji 1447 Hijriah, saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026).
Remaja asal Jakarta Selatan ini mengaku merasa bertanggung jawab penuh untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya selama berada di Makkah. Kesempatan berhaji di usia muda ini juga menarik perhatian lingkungan sekitarnya, mengingat banyak teman seusianya yang memiliki keinginan serupa.
“Di umur saya jangan disia-siakan, karena saya tuh setiap di rumah pasti ada orang yang datang, terus bilang saya haji. Mereka pasti ingin juga,” ungkap Rizki.
Amanah Menggantikan Almarhum Ayah
Kisah keberangkatan Rizki ke Tanah Suci tidak lepas dari duka keluarga. Ia berangkat untuk menggantikan porsi haji sang ayah yang telah meninggal dunia, dan akan menunaikan ibadah tersebut bersama ibunya.
“Awalnya orangtua saya berdua yang berangkat, cuma ayah saya meninggal, jadi saya menggantikan. Harusnya saya berangkat 2021, cuma karena belum cukup umur. Waktu itu kalau enggak salah minimal 13 tahun, jadi saya belum boleh,” jelasnya.
Meskipun tergolong muda, Rizki menyatakan tidak memiliki kendala berarti dalam persiapan fisik. Ia mengaku kondisi tubuhnya masih prima berkat rutinitas berolahraga.
“Sebenarnya kayak biasa aja sih (olahraga), cuma ya saya kan masih muda jadi di kesehatan tuh saya diunggulkan lah,” tuturnya.
Proses Kedatangan Jemaah Kloter Pertama
Sebanyak 393 jemaah haji dari kloter pertama embarkasi Jakarta mulai memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Selasa (21/4/2026) pagi. Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan jemaah langsung menuju gedung serbaguna untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, mereka juga melakukan registrasi aktivasi Nusuk, sebuah identitas digital dan fisik resmi dari pemerintah Arab Saudi. Setelah proses tersebut, jemaah menerima paspor dan uang saku sebesar 750 riyal.
Petugas terlihat sigap membantu proses pengumpulan koper jemaah untuk diangkut ke dalam bus. Sejumlah petugas juga memprioritaskan pelayanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) saat menjalani pemeriksaan kesehatan.
Arahan Usai Registrasi
Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, menjelaskan bahwa jemaah akan diarahkan ke kamar untuk beristirahat setelah menyelesaikan seluruh proses registrasi.
“Sementara masuk asrama dulu. Nanti setelah jam istirahat ada waktu salat jemaah bersama, salat wajib. Nanti di dalam salat wajib itu ada, pengukuhan atau, penguatan kembali terkait manasik. Termasuk juga sosialisasi kesehatan, termasuk sosialisasi, menghadapi musim di sana,” terang Ali.






