SALATIGA, Kompas.com – Sesosok jasad dalam kondisi tinggal kerangka ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Idaman Karangduwet, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga, pada Selasa (21/4/2026). Korban diketahui berinisial GGMP (36) dan diperkirakan telah meninggal dunia sejak tiga bulan lalu.
Penemuan mengerikan ini berawal ketika pemilik rumah kontrakan berniat bertemu dengan penyewanya. Kompol Daryono, Kapolsek Tingkir, menjelaskan bahwa masa sewa kontrakan korban telah habis pada bulan ini, namun korban tidak memberikan respons ketika dihubungi.
“Bulan ini masa sewa kontrakan sudah habis, namun saat korban dikontak tidak ada respons. Pemilik kontrakan lalu mendatangi rumah tersebut,” ungkap Daryono kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Menurut Daryono, korban telah mengontrak rumah tersebut selama tiga tahun. Saat tiba di lokasi, pemilik rumah mendapati kontrakan dalam keadaan sepi. Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada ketua RT dan RW, serta Bhabinkamtibmas sebelum akhirnya rumah tersebut dibuka.
Warga Tak Pernah Melihat Aktivitas Selama Tujuh Bulan
Pembukaan rumah kontrakan tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama warga. Hal ini didasari oleh fakta bahwa selama tujuh bulan terakhir, korban tidak pernah terlihat beraktivitas di luar rumah.
“Pembukaan dilakukan atas kesepakatan bersama warga. Karena memang selama tujuh bulan, tidak terlihat aktivitas di rumah tersebut,” kata Daryono.
Warga terakhir kali bertemu dengan korban sekitar Agustus 2025, saat ada kegiatan iuran rutin untuk biaya kebersihan lingkungan. Setelah momen tersebut, korban menghilang dari pandangan warga.
Kapolsek menambahkan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga. “Memang korban ini terkenal tertutup dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan. Warga beberapa kali mengintip kontrakan, masih ada sepeda motornya,” ujarnya.
Bidang Teknologi Online
Berdasarkan keterangan warga, korban diketahui bekerja di bidang teknologi online. Aktivitas sehari-harinya dilaporkan banyak berkutat dengan komputer dan pekerjaan daring.
“Setiap hari bekerja dengan komputer, online begitu. Tadi di rumah kontrakan banyak kardus yang berhubungan dengan bidang tersebut,” ungkap Daryono.
Setelah penemuan jasad korban, kepolisian segera menghubungi keluarga korban yang juga berdomisili di Salatiga. Daryono menyebutkan bahwa keluarga korban juga jarang berkomunikasi dengannya.
“Keluarga juga jarang komunikasi dengan korban. Namun mereka membuat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah, tidak ada barang korban yang hilang,” ujarnya.
Daryono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Hal ini penting agar jika terdapat hal yang mencurigakan, dapat segera ditangani.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim gabungan tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. “Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan,” ujar Daryono.






