CHONGQING – Changan Automobile menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan dengan standar keselamatan tinggi melalui fasilitas uji tabrak canggihnya di Chongqing, China. Laboratorium Uji Tabrak Changan Automobile dirancang untuk melakukan serangkaian pengujian ekstrem guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh penumpang.
Fasilitas The Crash Test Laboratory for Changan Automobile ini mulai dibangun pada tahun 2011 dengan investasi lebih dari Rp 500 miliar. Ridjal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia, menjelaskan bahwa investasi besar tersebut dialokasikan untuk infrastruktur seperti trek, sistem pencahayaan, dan kamera berteknologi tinggi.
“Investasinya sangat mahal di sini, untuk trek, lampu, kamera, dan lainnya. Kamera yang digunakan juga khusus,” ujar Ridjal kepada wartawan di sela-sela kunjungan, Senin (20/4/2026).
Sistem pencahayaan yang intensif dari berbagai sudut diperlukan untuk mendukung operasional kamera berkecepatan tinggi yang digunakan dalam merekam setiap detail uji tabrak. Hal ini krusial untuk mendapatkan data yang akurat.
Dalam proses pengembangan satu model mobil, Changan dilaporkan menggunakan sekitar 60 unit kendaraan untuk uji tabrak. Setiap mobil dapat digunakan untuk dua hingga tiga kali pengujian. Ridjal memperkirakan total biaya yang dikeluarkan untuk uji tabrak ini dapat mencapai 1 juta yuan, atau setara dengan Rp 2,5 miliar.
Investasi pada Boneka Uji Tabrak
Selain kendaraan, Changan juga berinvestasi signifikan pada crash test dummy atau boneka uji tabrak. Boneka-boneka ini dilengkapi dengan berbagai sensor canggih yang berfungsi untuk mendeteksi dan merekam dampak kecelakaan terhadap tubuh pengemudi dan penumpang. Data medis dan fisik yang akurat menjadi prioritas utama dalam investasi ini.
Setiap crash test dummy menjalani proses kalibrasi dan perbaikan intensif setelah setiap sesi pengujian. Tujuannya adalah untuk memastikan akurasi data yang dihasilkan pada pengujian berikutnya terjaga.
Proses Uji Tabrak Deepal S07
Dalam sesi uji tabrak yang disaksikan, model Deepal S07 menjadi objek pengujian. Skenario yang dilakukan adalah tabrakan depan dengan objek kemiringan 30 derajat, sementara kecepatan mobil diatur pada 30 km/jam.
Tujuan utama dari pengujian ekstensif ini adalah untuk memastikan pengembangan airbag yang optimal, yang pada gilirannya dapat meminimalkan risiko cedera fatal. Analisis data dari sensor pada boneka uji tabrak menjadi kunci dalam evaluasi ini.
Selain itu, rangkaian uji tabrak ini juga bertujuan untuk memenuhi dan bahkan melampaui regulasi keselamatan internasional. Hal ini penting untuk memperkuat posisi Changan, khususnya merek Deepal, di pasar otomotif global.






