Otomotif

Bezzecchi Bercanda Mau Pasang Tembok di Garasi

Advertisement

Marco Bezzecchi, pemuncak klasemen MotoGP 2026, melontarkan candaan mengenai kemungkinan memasang tembok di garasi timnya. Lelucon ini muncul menyusul performa impresif rekan setimnya, Jorge Martin, yang terus mendekat di papan klasemen.

Bezzecchi sejatinya tampil dominan di awal musim 2026, berhasil menyapu bersih tiga kemenangan grand prix. Ia juga belum terkalahkan dalam balapan hari Minggu sejak GP Portugal musim lalu, dengan total memimpin 121 lap. Namun, keunggulannya di klasemen kini hanya terpaut empat poin dari Martin menjelang seri MotoGP Spanyol akhir pekan ini.

Performa Jorge Martin juga patut diperhitungkan. Ia berhasil meraih dua podium beruntun di seri Brasil dan Amerika Serikat, serta memenangkan balapan sprint di Circuit of the Americas (COTA). Setelah balapan di Austin, Martin bahkan mengaku akan meniru pendekatan Bezzecchi dalam mengatur setelan motor RS-GP demi menyamai kecepatannya.

Menanggapi pernyataan rekan setimnya tersebut, Bezzecchi menanggapinya dengan santai. “Jadi sekarang saya akan pasang tembok di garasi. Tidak, saya bercanda tentu saja. Di satu sisi saya senang, itu berarti saya melakukan pekerjaan dengan cukup baik,” ujar Bezzecchi, mengutip dari Crash.net, Selasa (21/4/2026).

“Tapi karena dia juga sangat cepat, mungkin saya juga akan menirunya,” lanjutnya.

Advertisement

Rujukan Sejarah di MotoGP

Candaan Bezzecchi ini mengingatkan pada momen di musim 2008 ketika Valentino Rossi membela Yamaha dan berbagi garasi dengan Jorge Lorenzo. Kala itu, tim Yamaha memutuskan untuk memasang sekat atau tembok di dalam garasi untuk memisahkan kedua pebalap. Langkah ini diambil terutama karena Rossi dan Lorenzo menggunakan pemasok ban yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menjaga kerahasiaan data dan strategi tim di tengah rivalitas internal yang memanas.

Rekor Pribadi dan Ambisi Bezzecchi

Di sisi lain, catatan 121 lap yang dipimpin Bezzecchi di musim ini mencatatkan rekor baru di MotoGP. Ia juga berhasil memperpanjang tren kemenangan beruntun di balapan hari Minggu menjadi lima kali.

“Luar biasa, ya? Saya baru sadar setelah banyak orang menulis tentang itu. Lalu saya mulai memikirkannya, ini pencapaian besar dan kepuasan tersendiri,” kata Bezzecchi.

Meskipun telah menorehkan rekor pribadi, pebalap asal Italia ini mengaku belum puas dan berambisi untuk terus menambah catatan tersebut. “Untuk saat ini belum cukup. Kami berharap bisa menambah setidaknya 20 atau 30 lap lagi di posisi terdepan. Itu akan sulit, tapi saya akan mencoba,” tegasnya.

Advertisement