Properti

NTT Dapat Kuota Bantuan 11.000 Unit Bedah Rumah

Advertisement

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diproyeksikan akan menerima alokasi bantuan sebanyak 11.000 unit untuk program bedah rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026. Alokasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maruarar Sirait, atau akrab disapa Ara, dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan PT Taspen dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Fokus utama pertemuan adalah merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperluas akses pembiayaan perumahan serta mempercepat penyediaan hunian yang layak, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah NTT.

Sinergi Lintas Sektor Kunci Penanganan Perumahan

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar Sirait menekankan urgensi kolaborasi antarlembaga demi menjawab tantangan penyediaan perumahan yang dihadapi daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Taspen sangat penting untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat penyediaan hunian layak,” ujar Ara.

Perincian alokasi bantuan diketahui bahwa setiap kabupaten/kota di NTT akan menerima minimal 500 unit BSPS. Mengingat NTT memiliki total 22 kabupaten/kota, maka total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar 11.000 unit. “Ini bentuk keberpihakan pemerintah untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di daerah,” tegasnya.

Dorongan Ekonomi Lokal Melalui Bedah Rumah

Peningkatan kuota bantuan bedah rumah di NTT ini diharapkan tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mampu memicu pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. “Kita ingin program ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah,” tambah Maruarar Sirait.

Advertisement

Dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari PT Taspen. Komisaris Utama Taspen, Fary Djemy Francis, menyatakan kesiapan perusahaan untuk berkontribusi melalui penguatan layanan pembiayaan perumahan bagi para pesertanya. “Kami siap mendukung program perumahan pemerintah, khususnya dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi ASN, sehingga mereka dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” ungkapnya.

Komitmen Pemerintah Daerah NTT

Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik inisiatif pemerintah pusat dan menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk bersinergi. “Pemerintah Provinsi NTT siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Taspen untuk memastikan program perumahan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di daerah,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor, guna mewujudkan penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Advertisement