Pemerintah Kota Bogor mempertimbangkan untuk menjadikan kebijakan parkir di sisi kanan Jalan Suryakencana sebagai permanen. Langkah ini diambil menyusul penilaian bahwa pemindahan parkir tersebut dinilai efektif menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib di salah satu pusat keramaian kota hujan tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk melengkapi penerapan kebijakan ini dengan penambahan rambu lalu lintas dalam waktu dekat. “Untuk parkir pemindahan dari kiri ke sisi kanan ini kelihatannya kita akan teruskan dan kita akan lengkapi dengan rambu-rambu,” ungkap Dedie saat ditemui di Jalan Suryakencana, Rabu (22/4/2026).
Alasan Efektivitas Penataan Parkir
Dedie A Rachim menjelaskan, penempatan parkir di sisi kanan Jalan Suryakencana memberikan ruang yang lebih memadai bagi angkutan umum, seperti angkot, untuk menurunkan dan menaikkan penumpang tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi kendaraan lain yang melintas. Skema parkir sebelumnya yang berada di sisi kiri jalan kerap menimbulkan kemacetan, terutama ketika angkutan kota berhenti.
“Nah kalau sekarang dengan posisi seperti ini, space untuk angkutan itu masih lebih masuk akal lah ya, dan parkir pun sudah ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan lebih tertib,” ujarnya. Ia menambahkan, “Karena parkir di sebelah kiri itu, itu kan kemudian kalau ditambah dengan angkot berhenti, maka dua lapis itu akan menghambat laju lalu lintas yang belakangnya.”
Uji Coba dan Respons Pengendara
Kebijakan pemindahan parkir dari sisi kiri ke kanan ini sendiri telah mulai diuji coba sejak Selasa (21/4/2026) sebagai bagian dari upaya penataan kawasan Jalan Suryakencana. Pada hari pertama penerapannya, sejumlah pengendara dilaporkan masih merasa canggung dengan perubahan pola parkir tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pengendara motor maupun mobil mengikuti arahan petugas untuk memarkirkan kendaraan di sisi kanan jalan. Para petugas terlihat aktif memberikan arahan melalui isyarat tangan, sementara pengendara tampak berhati-hati saat memposisikan kendaraan mereka.
Salah seorang pengendara, Hasan (47), mengaku masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pola parkir yang baru ini. “Baru pertama sih hari ini, saya masih kagok, kalau udah dua hari, tiga hari, mungkin ada perubahan ya jadi enggak kagok lagi,” ungkap Hasan saat ditemui di Suryakencana, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, “Enak di kiri sudah terbiasa, cuman ini kan baru pertama jadi masih kagok (canggung), ‘oh di kanan’, jadi saya ikut aja parkir di kanan.”






