Pemerintah menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking lima proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Juni 2026. Kelima proyek ini akan dibangun di lima wilayah berbeda, sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah nasional yang kian mendesak.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa kelima lokasi tersebut meliputi Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya. “5 lokasi ditargetkan groundbreaking Juni 2026 (tersebar di) Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya,” ujar Qodari di Kantor KSP, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Upaya Pengelolaan Sampah Nasional
Proyek-proyek PSEL ini merupakan implementasi dari pengembangan di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Rencana groundbreaking ini selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang menargetkan pengelolaan 100 persen sampah pada tahun 2029.
Target ambisius ini ditetapkan mengingat jumlah sampah di Indonesia yang telah mencapai angka fantastis, yaitu 141.926 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih sangat terbatas.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah menggalakkan pendekatan berbasis aglomerasi. Pendekatan ini menggabungkan satu wilayah dengan daerah penyangganya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau PSEL.
“Yang ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah hingga sekitar 33.000 ton/hari, atau setara 22,48 persen dari total timbulan nasional pada tahun 2029,” ujar Qodari.
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa program PSEL juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kriteria penetapan ini berlaku untuk wilayah perkotaan yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari. “Pemerintah membuka peluang bagi seluruh daerah di Indonesia yang memenuhi kriteria, seperti timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari, untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” tegasnya.






