Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana menggelontorkan 15.000 kuota beasiswa jenjang Strata 1 (S1) melalui program Satu Rumah Satu Sarjana. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum terfasilitasi bantuan pendidikan, khususnya mereka yang tidak termasuk penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan bahwa fokus utama program ini adalah mendorong keluarga yang belum memiliki anggota bergelar sarjana. “Kalau di rumahnya belum ada sarjana, itu yang kita dorong. Tidak boleh ada masyarakat Kalimantan Tengah yang tertinggal,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya kepada awak media di Palangka Raya, Senin (21/4/2026).
Saat ini, sebanyak 3.060 mahasiswa telah menjadi penerima manfaat dari program beasiswa ini. Jumlah tersebut ditargetkan akan terus meningkat pada tahun 2026 melalui kerja sama dengan 36 perguruan tinggi di Kalteng.
Dukungan Penuh Pemerintah
Reza menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Pemerintah, menurutnya, siap memberikan dukungan penuh bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan, meskipun menghadapi kendala finansial.
“Yang penting mau dulu. Pemerintah wajib menyiapkannya. Kalau mau tapi tidak mampu, nah itu yang harus kita tolong,” tegas Reza.
Program beasiswa ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalteng sekaligus berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan. “Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan di Bumi Tambun Bungai,” imbuhnya.
Prioritas Pendidikan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meskipun pemerintah provinsi sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Reza memastikan bahwa seluruh program pendidikan akan tetap berjalan optimal. Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama bagi Pemprov Kalteng.
Lebih lanjut, Reza menegaskan bahwa berbagai program unggulan seperti sekolah gratis, kuliah gratis, dan bimbingan belajar akan tetap berjalan tanpa pengurangan. “Kalau untuk pelayanan kepada siswa, semua tidak ada yang dikurangi, justru malah ditambah program-programnya. Ada banyak program baru yang akan kita tambah lagi untuk tahun 2026 ini,” tandasnya.






