Regional

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Lagi Mulai 24 April 2026, Dibatasi Sampai Ranu Kumbolo

Advertisement

LUMAJANG, KOMPAS.com – Pendakian Gunung Semeru, salah satu destinasi alam ikonik di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan kembali dibuka untuk umum mulai Jumat, 24 April 2026. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS).

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menandatangani surat resmi yang menegaskan pembukaan kembali jalur pendakian. “Aktivitas pendakian Gunung Semeru di buka kembali mulai tanggal 24 April 2026,” demikian tertulis dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Rabu (22/4/2026).

Langkah ini diambil setelah melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Namun, BBTNBTS memberlakukan pembatasan ketat demi menjaga keamanan dan kelestarian alam. Aktivitas pendakian hanya diizinkan sampai batas Ranu Kumbolo.

Pembatasan Pendakian dan Prosedur

“Batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo,” tegas Rudijanta, menjelaskan bahwa pendaki tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan ke puncak Semeru.

Selain itu, kuota harian pendakian juga dibatasi secara ketat, hanya 200 orang per hari. Para calon pendaki diwajibkan melakukan pembelian tiket secara daring melalui situs resmi bromotenggersemeru.id.

Advertisement

“Setiap pendaki wajib mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” imbuh Rudijanta, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan demi keselamatan bersama.

Penjadwalan Ulang Tiket

Sebelumnya, BBTNBTS memutuskan untuk menutup total wisata Gunung Semeru sejak terjadi erupsi pada 19 November 2025. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pemulihan kawasan.

Bagi para pendaki yang telah terlanjur melakukan pemesanan tiket pada periode penutupan mendadak akibat erupsi, BBTNBTS memberikan kesempatan untuk penjadwalan ulang.

“Untuk pendaki yang sudah melakukan pemesanan secara online pada tanggal 19 November sampai 18 Desember 2025, dapat melakukan reschedule atau penjadwalan ulang,” pungkas Rudijanta.

Advertisement