Pemerintah Vietnam berencana memperpanjang masa berlaku insentif pajak untuk kendaraan listrik (EV) hingga akhir tahun 2030. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat transisi ke moda transportasi ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat industri kendaraan listrik domestik.
Usulan perpanjangan kebijakan yang telah dimulai sejak tahun 2022 ini akan diajukan kepada parlemen Vietnam setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Keuangan.
Sejak diterapkan pada tahun 2022, potongan pajak khusus untuk kendaraan listrik telah berhasil menurunkan tarif pajak dari kisaran 11 persen menjadi hanya 1 hingga 3 persen. Kebijakan ini terbukti ampuh dalam mendongkrak minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Kini, pemerintah berencana mempertahankan tarif pajak yang rendah ini untuk kendaraan bertenaga baterai hingga akhir dekade ini. Setelah tahun 2030, tarif pajak tersebut akan mulai dinaikkan secara bertahap mulai tahun 2031.
Dampak Nyata Insentif Pajak EV di Vietnam
Efektivitas kebijakan insentif pajak di Vietnam terlihat jelas dari lonjakan penjualan kendaraan listrik. Data menunjukkan peningkatan drastis dari sekitar 7.000 unit pada tahun 2022 menjadi hampir 175.000 unit pada tahun 2025.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya mendorong adopsi EV melalui langkah tambahan, seperti memperpanjang pembebasan biaya pendaftaran kendaraan listrik hingga awal 2027. Kombinasi dukungan finansial dan kebijakan ini merupakan strategi komprehensif untuk menekan emisi transportasi sekaligus memacu pertumbuhan industri.
Kementerian Keuangan Vietnam menekankan pentingnya mempertahankan tarif pajak rendah pada fase perkembangan pasar EV saat ini.
“Pertama, hal ini akan membantu mempercepat peralihan ke kendaraan bertenaga energi bersih, mengurangi emisi dari kegiatan transportasi, dan meningkatkan kualitas udara, terutama di kota-kota besar, sekaligus membantu mengurangi polusi suara akibat lalu lintas,” terang kementerian tersebut.
Kementerian juga mengidentifikasi harga sebagai salah satu hambatan utama, mengingat kendaraan listrik masih dibanderol lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kedua, kebijakan ini akan memudahkan masyarakat dan pelaku usaha untuk memiliki kendaraan rendah emisi, di saat pasar kendaraan listrik dalam negeri masih dalam tahap awal perkembangan dan biaya investasi awal untuk kendaraan listrik umumnya masih lebih tinggi daripada kendaraan berbahan bakar fosil,” tambah kementerian keuangan Vietnam.
Selain aspek lingkungan, kebijakan ini juga dirancang untuk memperkuat sektor manufaktur dan rantai pasok dalam negeri. Vietnam menjadikan insentif EV sebagai motor penggerak perkembangan industri, guna menarik investasi dalam perakitan, produksi komponen, dan teknologi pendukung.
“Kebijakan ini akan mendukung arah investasi dalam pembuatan dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri, mendorong perkembangan industri pendukung, serta secara bertahap membentuk ekosistem teknis yang sejalan dengan transisi teknologi di sektor otomotif,” papar kementerian keuangan lagi.
Advertisement
Usulan perpanjangan insentif pajak ini juga mencakup skema tarif yang berbeda-beda tergantung ukuran kendaraan. Mobil listrik penumpang yang lebih kecil akan tetap dikenakan tarif 3 persen hingga 2030, sementara kendaraan yang lebih besar akan menikmati tarif yang lebih rendah lagi.
Setelah tahun 2030, semua kategori kendaraan listrik akan mengalami kenaikan pajak secara bertahap mulai tahun 2031. Hal ini diharapkan memberikan kepastian regulasi bagi para investor dalam jangka panjang.
Pengurangan Emisi yang Terukur
Kebijakan pajak yang diterapkan Vietnam telah membuahkan hasil signifikan dalam upaya pengurangan emisi. Data pemerintah mencatat peningkatan emisi CO2 yang terus menurun setiap tahun sejak kebijakan ini diberlakukan, dengan total pemangkasan mencapai 148.492 ton pada tahun 2025 saja.
Setiap unit kendaraan listrik diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 0,85 ton per tahun jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Dengan lebih dari 300.000 kendaraan listrik yang telah terjual antara tahun 2022 hingga 2025, total pengurangan emisi diperkirakan mencapai sekitar 256.000 ton per tahun.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata pentingnya kebijakan pajak dalam mendukung target iklim nasional. Perpanjangan insentif ini sejalan dengan komitmen lingkungan yang lebih luas, serta berkontribusi pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan perbaikan kualitas udara perkotaan.
Bagi para pelaku industri, usulan perpanjangan kebijakan ini menawarkan kepastian regulasi yang krusial. Produsen dan investor tengah memantau keputusan ini untuk merencanakan ekspansi operasional di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara yang terus berkembang.
“Jika disetujui, ini akan menjadi sumber daya yang sangat penting untuk mendorong perusahaan berinvestasi di pasar kendaraan listrik. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang kuat akan mengurangi jumlah kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga memangkas emisi polutan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau,” ungkap Dao Cong Quyet, kepala Subkomite Komunikasi dari Asosiasi Produsen Otomotif Vietnam.
Aturan Tepat Sasaran Percepat Perbaikan Iklim
Pendekatan yang diambil Vietnam menunjukkan bagaimana regulasi pajak yang terarah dapat mengakselerasi perbaikan iklim sekaligus mentransformasi industri. Dengan mengaitkan insentif pajak dengan rencana jangka panjang, pemerintah berupaya menekan risiko bagi investor sembari mengubah preferensi konsumen.
Bagi para pemimpin perusahaan, pesan yang disampaikan jelas: Asia Tenggara tengah bertransformasi dari tahap uji coba menuju adopsi kendaraan listrik secara massal, didukung oleh regulasi yang semakin kondusif bagi infrastruktur, produksi, dan permintaan pasar.
Bagi investor, Vietnam menjadi contoh konkret implementasi kebijakan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang terintegrasi. Penggabungan insentif pajak, strategi industri, dan target emisi menjadi model yang potensial bagi negara berkembang lain yang ingin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan emisi.
Di tengah persaingan global dalam pengembangan rantai pasok kendaraan listrik, perpanjangan insentif pajak ini menempatkan Vietnam sebagai pemain penting dalam fase transisi transportasi global.






