Regional

2 Bocah Tewas di Kubangan Bekas Galian C Madiun, Polisi Periksa Kades dan Pemilik Lahan

Advertisement

MADIUN, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Madiun tengah mendalami kasus tewasnya dua anak yang tenggelam di kubangan bekas galian C di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Hingga kini, lima saksi telah dimintai keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi Prabowo, mengonfirmasi bahwa kelima saksi yang diperiksa meliputi kepala desa, pemilik lahan, serta tiga warga setempat. Pemeriksaan ini dilakukan setelah polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

“Kelima saksi kami periksa terkait tewasnya dua bocah yang tenggelam di genangan bekas tambang galian C. Pemeriksaan mereka telah dilakukan pekan lalu,” ujar Agus pada Selasa (21/4/2026).

Pemeriksaan Pejabat ESDM Tertunda

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Namun, rencana tersebut batal terlaksana lantaran pimpinan instansi terkait sedang menjalani proses hukum.

“Sebenarnya hari ini kami jadwalkan pemeriksaan (pejabat Dinas ESDM Jatim). Namun, tidak jadi. Pemeriksaan akan kami jadwalkan ulang,” jelas Agus.

Advertisement

Pemeriksaan pejabat Dinas ESDM Jatim dianggap krusial mengingat izin usaha pertambangan dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sesuai aturan, seharusnya ada proses reklamasi pasca-izin penambangan berakhir.

Tragedi Berulang di Lokasi Sama

Peristiwa tragis ini bukanlah yang pertama terjadi di lokasi yang sama. Pada Selasa (14/4/2026) sore, Rizuka Putra Ramadhan (4), seorang balita, dilaporkan tewas tenggelam di genangan bekas tambang galian C tersebut setelah sehari sebelumnya dinyatakan menghilang dari rumah.

Setahun sebelumnya, tragedi serupa merenggut nyawa seorang anak lain. Rochmad Yusuf Alfarizal (11) ditemukan tewas tenggelam di genangan bekas tambang galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Minggu (27/4/2025) malam, saat bermain di area tersebut.

Advertisement