Mobil berteknologi hybrid, termasuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), masih mengandalkan mesin bensin sebagai salah satu sumber tenaganya. Hal ini berarti beberapa komponennya memiliki kesamaan dengan mobil konvensional, termasuk busi yang vital untuk proses pembakaran.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah busi pada mobil hybrid memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan busi pada mobil bermesin pembakaran internal (ICE) biasa. Jawabannya, secara umum, perbedaannya tidak terlalu besar, namun ada penyesuaian yang mengarah pada efisiensi.
Perbedaan pada Busi Mobil Hybrid Generasi Terbaru
Diko Oktaviano, Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia, produsen busi NGK di Tanah Air, menjelaskan bahwa busi pada mobil hybrid generasi terbaru didesain dengan fokus utama pada efisiensi.
“Busi mobil hybrid generasi terbaru lebih banyak mengandalkan efisiensi. Artinya, bentuk businya lebih panjang, kecil, dan berbahan laser iridium,” ucap Diko kepada Kompas.com, Senin (21/4/2026).
Perbedaan ini kontras dengan busi mobil konvensional atau ICE yang memiliki variasi material lebih beragam, mulai dari nikel hingga iridium.
Keunggulan Busi Iridium pada Mobil Hybrid
Diko menambahkan, busi iridium yang umum digunakan pada mobil hybrid menawarkan keunggulan dalam hal kualitas dan performa.
Dari sisi kualitas, busi iridium memiliki usia pakai yang lebih lama berkat material yang digunakan lebih baik. Sementara dari segi performa, busi ini mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan optimal.
“Efeknya membuat performa mesin lebih optimal karena pembakaran lebih sempurna. Ujungnya juga lebih hemat bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan jauh lebih rendah,” papar Diko.





