Jakarta – Aksi demonstrasi yang melibatkan massa dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) dijadwalkan akan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4/2026) siang, tepatnya pukul 13.00 WIB. Diperkirakan ribuan massa akan memadati kawasan tersebut, menimbulkan potensi kepadatan lalu lintas.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 378 personel gabungan dari kepolisian telah disiagakan. Aparat juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, artinya akan diterapkan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengimbau masyarakat untuk menghindari area Senayan selama aksi berlangsung guna mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi. “Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung,” ujar Erlyn, dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Beberapa ruas jalan utama di sekitar Gedung DPR/MPR RI, seperti Jalan Gatot Subroto dan kawasan Simpang Semanggi, diprediksi akan mengalami kepadatan kendaraan. Oleh karena itu, para pengguna jalan sangat disarankan untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal dan memilih jalur alternatif.
Jalur Alternatif untuk Menghindari Kepadatan
Bagi pengendara yang datang dari arah timur, seperti dari Cawang atau Pancoran menuju Slipi, disarankan untuk tidak melalui Jalan Gatot Subroto. Sebagai gantinya, mereka dapat mengambil rute melalui Jalan HR Rasuna Said, kemudian berbelok ke Jalan Sisingamangaraja, dan melanjutkan perjalanan menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Sementara itu, pengguna jalan yang bergerak dari arah barat, misalnya dari Slipi atau Grogol menuju Pancoran, disarankan untuk menggunakan rute melalui Jalan S. Parman. Dari sana, mereka dapat masuk ke Jalan Tomang Raya, lalu melanjutkan ke Jalan Kyai Tapa, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Ahmad Yani, hingga akhirnya tersambung ke Jalan MT Haryono.
Bagi pengguna Jalan Tol Dalam Kota, disarankan untuk keluar lebih awal dari pintu tol Tebet atau Cawang. Langkah ini bertujuan untuk menghindari potensi kepadatan lalu lintas di sekitar Simpang Semanggi, yang kerap menjadi titik kemacetan saat volume kendaraan meningkat.
Dengan memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang telah disebutkan, diharapkan para pengguna jalan tetap dapat melanjutkan aktivitas mereka tanpa harus terjebak dalam kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi aksi demonstrasi.






