Regional

Bupati Muara Enim Geram, Besi Pintu Air Dicuri dan Picu Banjir yang Rendam Ratusan Rumah

Advertisement

MUARA ENIM, KOMPAS.com – Bupati Muara Enim, Edison, menyatakan kemarahannya menyusul maraknya aksi pencurian aset daerah yang berdampak signifikan terhadap masyarakat. Penjarahan besi pengatur pintu air pada kolam retensi diduga kuat menjadi biang keladi kegagalan fungsi drainase, yang berujung pada banjir hebat merendam ratusan rumah di satu kecamatan.

Tak hanya persoalan pintu air, Edison juga terkejut mendapati ratusan unit rolling door dan pintu kamar mandi di Pasar Inpres Muara Enim dilaporkan hilang. Atas berbagai insiden ini, Bupati telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menindaklanjuti secara hukum.

Besi Pintu Air Dicuri, Ratusan Rumah Terendam

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukannya di Pasar Inpres pada Selasa (21/4/2026), Bupati Edison memaparkan bahwa banjir yang mengepung ratusan rumah di Kecamatan Muara Enim belakangan ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Meskipun persoalan sampah dan kapasitas drainase turut berkontribusi, pencurian besi pengatur pintu air di kolam retensi disebut sebagai faktor penentu.

Akibatnya, pintu air tersebut tidak dapat dioperasikan untuk membuka maupun menutup saat terjadi peningkatan debit air. “Saya benar-benar geram, sebab akibat ulah mereka (pencuri), ternyata telah merugikan Pemkab dan masyarakat Muara Enim. Ini harus ditindaklanjuti ke jalur hukum,” tegas Edison.

Edison menambahkan, kejadian ini bahkan sempat menjadi viral dan memicu pertanyaan dari rekan-rekan sesama kepala daerah. “Keduanya ini sampai viral ke mana-mana, malah ada beberapa temannya sesama kepala daerah sampai klarifikasi. Tapi mau bagaimana lagi itu memang ada kejadiannya,” tuturnya.

Pencurian Ratusan Pintu di Pusat Kota

Kemarahan Bupati semakin memuncak saat meninjau los di lantai III Blok A Pasar Inpres Muara Enim. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 163 pintu rolling door kios dan 24 pintu WC di gedung tersebut telah digondol pencuri.

Advertisement

Edison menilai aksi pencurian ini tidak masuk akal jika dilakukan oleh pelaku amatir, mengingat lokasi pasar yang berada di pusat kota dan merupakan area dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. “Kejadian ini sepertinya tidak masuk akal, mengingat lokasi pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat. Sepertinya tidak mungkin dilakukan hanya beberapa orang, mungkin ini terorganisir sehingga tidak mencurigakan dan jumlahnya sangat banyak,” tegas Edison.

Akibat pencurian aset daerah ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim ditaksir mengalami kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, Pemkab Muara Enim telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Muara Enim. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan guna memburu para pelaku.

“Kita sudah laporkan ke pihak yang berwajib. Mudah-mudahan ada progres dan pelakunya bisa segera ditangkap. Kalau ada masyarakat yang mengetahui pelaku maupun penadahnya, silakan laporkan,” imbaunya.

Selain menempuh jalur hukum, Edison juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan di kawasan pasar. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset, termasuk memperbaiki fasilitas agar para pedagang dapat kembali berjualan dengan aman. “Untuk penggunaan selanjutnya akan kita evaluasi. Kalau pedagang masih bisa kembali berjualan di sini, tentu akan kita lakukan perbaikan fasilitasnya,” pungkas Edison.

Advertisement