Regional

Gubernur Ungkap Banyak Sekolah di Sulut Rusak, Revitalisasi Jadi Harapan Baru

Advertisement

MANADO, KOMPAS.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, membeberkan potret memprihatinkan kondisi sarana pendidikan di provinsi tersebut yang masih membutuhkan perhatian serius. Tingkat kerusakan fasilitas pendidikan di berbagai jenjang disebut masih cukup tinggi berdasarkan pendataan terbaru.

Ungkapan ini disampaikan Gubernur Yulius Selvanus saat menghadiri peresmian sekolah revitalisasi di TK Negeri 10 Manado, Selasa (21/4/2026). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI) Abdul Mu’ti.

Gubernur Yulius Selvanus juga mengungkapkan bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, sempat menawarkan bantuan perbaikan untuk salah satu sekolah yang terdampak gempa bumi M 7,6 saat kunjungan kerjanya di Sulut beberapa waktu lalu. Namun, tawaran tersebut disambut dengan laporan kondisi umum fasilitas pendidikan di Sulut.

“Bapak Wapres RI juga ingin bantu salah satu sekolah yang kemarin sempat kena gempa, namun demikian saya laporkan sekolah kami dari TK, SD, SMP, SMA kondisinya begini semua,” tutur Yulius Selvanus.

Lebih lanjut, Gubernur merinci temuan data kerusakan. Tercatat, sebanyak 58 persen Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) berada dalam kondisi rusak. Sementara itu, tingkat kerusakan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 56 persen, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 46 persen.

“Jadi Kalau hari ini Bapak Menteri membawa oleh-oleh yang membanggakan buat kita, hitungan hari ini sampai lima tahun ke depan, Sulut dari TK sampai SMA akan bagus semuanya,” harapnya, merujuk pada program revitalisasi yang sedang berjalan.

Advertisement

Revitalisasi Pendidikan, Harapan Baru untuk Sulut

Kedatangan Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, ke Kota Manado memiliki agenda utama peresmian sekolah revitalisasi di Sulut. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan utama meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Abdul Mu’ti memaparkan skala program revitalisasi pendidikan nasional. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berhasil membangun atau merevitalisasi 16.197 satuan pendidikan. Untuk tahun 2026, targetnya jauh lebih besar, yaitu revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan.

Khusus untuk Provinsi Sulawesi Utara, program revitalisasi mencakup 248 satuan pendidikan. Rinciannya adalah 247 sekolah yang direvitalisasi dan satu unit sekolah baru. Anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan di Sulut mencapai Rp 231 miliar.

“Khusus untuk Kota Manado, revitalisasi mencapai 18 sekolah, sekitar 7,3 persen dari total revitalisasi se-Provinsi Sulut,” tutup Menteri Abdul Mu’ti.

Advertisement