Megapolitan

Hutan Kota Rawa Malang Jakut Hadir dengan Danau dan Pengolahan Kompos

Advertisement

JAKARTA, Indonesia — Hutan Kota Rawa Malang di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, kini tidak hanya menawarkan kesejukan pepohonan rindang, tetapi juga kehadiran danau kecil serta fasilitas pengolahan kompos. Kawasan yang sebelumnya merupakan lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ini telah bertransformasi menjadi ruang terbuka hijau yang multifungsi sejak penataan tahap awal pada 2012.

Koordinator Pengamanan Dalam (Pamdal) Hutan Kota se-Cilincing, Heriyana, mengungkapkan bahwa penanaman pohon pelindung menjadi fokus utama sejak tahun tersebut. “Mulai 2012 itu ditanam pohon, pohon pelindung khusus yang ditanam di sini,” jelasnya saat ditemui Kompas.com, Rabu (22/4/2026). Dengan luas sekitar 5 hektare yang dipenuhi pepohonan, keberadaan danau seluas hampir 1 hektare di bagian belakang kawasan juga memiliki peran penting sebagai area resapan air.

Pemanfaatan Limbah Organik untuk Kehijauan Ibu Kota

Lebih dari sekadar paru-paru kota, Hutan Kota Rawa Malang juga menjadi pusat pengolahan limbah organik menjadi kompos. Petugas keamanan setempat, Saddam, menjelaskan bahwa kompos yang dihasilkan di lokasi ini sangat vital untuk memenuhi kebutuhan taman di wilayah Jakarta Utara.

“Oh kalau untuk itu ada di sini juga ada pembuatan kompos dan juga untuk pembibitan tanaman juga di sini ada yang dilakukan PJLP,” ujar Saddam di lokasi yang sama pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, “Nah biasanya untuk kebutuhan Sudin Pertamanan se-Jakarta Utara gitu kan. Jadi untuk istilahnya kita di sini membuat terus jika di taman-taman ataupun di jalur hijau itu butuh kompos nanti dikirim dari sini permintaannya dari sini.”

Fasilitas Pendukung dan Tantangan Aksesibilitas

Kawasan seluas 5,7 hektare ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung, termasuk taman bermain anak dan area terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Di depan untuk tanaman pohonnya, di belakang juga ada danau gitu kan. Untuk fasilitasnya saat ini bisanya kalau untuk lapangan ada di belakang, terus di depan ini ada children playground untuk taman bermain anak gitu kan,” terang Saddam.

Advertisement

Namun, di balik potensi yang ditawarkan, Hutan Kota Rawa Malang masih menghadapi kendala aksesibilitas. Kondisi jalan menuju lokasi yang rusak dan lokasinya yang terkesan terpencil menjadi faktor yang membatasi kunjungan warga.

“Ya kalau untuk ramainya sih relatif tapi enggak begitu ini karena kan di sini juga kalau dibilang sih apa terpencil gitu istilahnya,” ungkap Saddam.

Menyadari potensi besar yang dimiliki dengan luas area dan fasilitas yang memadai, Saddam berharap adanya perbaikan akses jalan dapat segera direalisasikan oleh pihak terkait.

“Ya harapannya sih ya semoga dari pihak terkait pemerintah gitu ataupun Pemprov istilahnya instansi yang terkait itu untuk akses jalannya nih bisa diperbaiki bisa dibagusin. Jadi itu warga bisa lebih nyaman lagi untuk wisata ke sini gitu kan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Hutan Kota Rawa Malang yang luasnya sekitar 5,7 hektare ini mulai dibebaskan dan ditanami pohon secara bertahap sejak 2012. Kendati demikian, kawasan ini masih relatif sepi pengunjung akibat akses jalan yang belum memadai. Saat Kompas.com mengunjungi lokasi pada Rabu (22/4/2026), jalan menuju kawasan tersebut tampak rusak, berlubang, dan bergelombang, bahkan dihiasi bebatuan berukuran sedang yang memaksa pengendara memperlambat laju kendaraannya.

Setibanya di lokasi, suasana asri dan sejuk langsung menyambut. Pepohonan yang rindang dan rapat efektif meredam panas serta debu khas kawasan Cilincing. Keberadaan danau kecil di bagian belakang kawasan turut melengkapi fungsi ekologis hutan kota ini sebagai area resapan air.

Advertisement