TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melontarkan ancaman tegas terhadap negara-negara di kawasan Teluk Persia. Ancaman ini dikeluarkan apabila negara-negara tersebut mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka dimanfaatkan oleh musuh Iran untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.
Militer Iran menegaskan akan menargetkan lokasi produksi minyak di kawasan tersebut jika negara-negara tetangga membiarkan hal itu terjadi. “Mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di kawasan Timur Tengah,” ujar seorang komandan Angkatan Udara IRGC, seperti dilansir CNN, Rabu (22/4/2026).
Peringatan keras ini muncul menyusul laporan bahwa beberapa negara Teluk Persia sebelumnya telah mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh pihak-pihak yang berseberangan dengan Iran untuk melancarkan serangan.
“Sekarang, jika ini terus berlanjut, jalur ekonomi mereka akan berada dalam risiko serius,” demikian bunyi pernyataan tersebut, meskipun tidak secara spesifik menyebutkan negara-negara yang dimaksud.
Komandan IRGC tersebut juga mengonfirmasi bahwa daftar target Iran kini tidak lagi terbatas pada instalasi militer. Target tersebut kini mencakup ladang minyak dan kilang minyak utama di seluruh Timur Tengah. Laporan dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa lokasi spesifik di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Bahrain menjadi perhatian.
Penting untuk dicatat bahwa banyak dari negara-negara Teluk tersebut merupakan sekutu Amerika Serikat, bahkan beberapa di antaranya menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Trump Perpanjang Gencatan Senjata
Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat.
Melalui pernyataan yang dikutip Kompas.com pada Rabu (22/4/2026), Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan diperpanjang hingga Iran mengajukan usulan yang konkret. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengendurkan tekanan militer.
Ia memastikan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan. Trump beralasan, perpanjangan gencatan senjata ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi kelanjutan perundingan damai.
Menurutnya, keputusan ini diambil atas permintaan mediator dari Pakistan, sekaligus memberikan waktu bagi Iran yang disebutnya masih “terpecah” untuk menyusun proposal.
“Saya… mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade, dan dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu. Oleh karena itu, gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal mereka (Iran) diajukan,” tulis Trump di media sosial, seperti dikutip dari AFP.
Sikap ini menandai perbedaan dari pernyataan Trump sebelumnya, di mana ia sempat mengindikasikan tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan bahkan mengancam akan melanjutkan pengeboman.






