Pemerintah memacu pengerjaan Proyek Sekolah Rakyat (SR) dengan target kesiapan operasional pada tahun ajaran baru 2026. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas jangkauan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menekankan pentingnya kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan. Ia secara rutin melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan standar pelaksanaan terpenuhi.
“Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan keselamatan kerja. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Selasa (21/4/2026).
Percepatan Pembangunan untuk Tahun Ajaran Baru
PT Brantas Abipraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi, telah menggenjot progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai lokasi yang menjadi tanggung jawabnya. Percepatan ini dilakukan untuk menjamin infrastruktur pendidikan tersebut siap dimanfaatkan sesuai jadwal, sejalan dengan tujuan pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan berbagai langkah perbaikan dan optimalisasi dalam pelaksanaan proyek. Upaya ini mencakup peningkatan pengawasan teknis, efisiensi manajemen proyek, serta kedisiplinan dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Dalam setiap proyek, dinamika pelaksanaan merupakan bagian dari proses konstruksi, namun Brantas Abipraya tetap fokus pada solusi melalui evaluasi menyeluruh serta langkah percepatan agar penyelesaian tetap sesuai kontrak,” ujar Dian.
Ribuan Tenaga Kerja Dikerahkan
Pembangunan Sekolah Rakyat yang dikebut tak lepas dari mobilisasi ribuan tenaga kerja. Intensitas kerja di lapangan ditingkatkan, bahkan dalam beberapa kondisi, pengerjaan dilakukan sepanjang waktu. Jumlah tenaga kerja di satu lokasi proyek bisa mencapai 500 orang yang bekerja secara bergantian.
“Di balik setiap progres yang terlihat, ada kerja keras teman-teman di lapangan yang luar biasa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, dalam berbagai kondisi, dengan semangat dan komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek ini. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang dedikasi, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada masyarakat,” ungkap Dian.
Konsep Sekolah Terpadu Berbasis Asrama
Secara desain, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep asrama terpadu yang memiliki fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun bagi guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket.
Model ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa secara holistik.
Dukungan terhadap Agenda Pembangunan SDM
Brantas Abipraya memandang percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
“Semangat teman-teman di lapangan adalah representasi nyata dari Asta Cita, bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan harapan, membuka akses pendidikan, dan membangun masa depan generasi bangsa,” ujar Dian.
Koordinasi dan Pengawasan Diperkuat
Ke depannya, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
Sebagai BUMN konstruksi yang memiliki rekam jejak panjang, perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendukung penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas melalui Proyek Sekolah Rakyat.
“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” pungkas Dian.






