Money

PKEKI Diluncurkan, 80.000 Koperasi Desa Didorong Mandiri Energi

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah secara resmi meluncurkan Program Kemandirian Energi Koperasi Indonesia (PKEKI), sebuah inisiatif energi terbarukan berskala nasional yang menargetkan pemberdayaan lebih dari 80.000 koperasi desa di seluruh penjuru negeri. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) dengan PT Energy Absolute GreenX Indonesia, dan diklaim sebagai program energi terbarukan berbasis koperasi terbesar di Asia.

Peluncuran PKEKI ini dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk mempercepat kemandirian energi nasional, sekaligus menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat dan transisi menuju pembangunan rendah karbon.

Mendorong Koperasi sebagai Penggerak Energi Nasional

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa PKEKI merupakan langkah monumental dalam memperkuat peran koperasi di sektor energi. “Di bawah kepemimpinan dan arahan Presiden Republik Indonesia, program ini merupakan langkah besar bagi bangsa,” ujar Ferry dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Ferry menambahkan, dengan menggerakkan lebih dari 80.000 koperasi, pemerintah berupaya menjadikan entitas ini sebagai garda terdepan dalam mencapai kemandirian energi, ketahanan ekonomi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Ini bukan sekadar program, ini adalah gerakan nasional,” tegasnya.

Respons terhadap Gejolak Energi Global

Peluncuran PKEKI dilakukan di tengah lanskap energi global yang kian bergejolak, dengan volatilitas harga dan dinamika geopolitik yang terus memengaruhi stabilitas pasokan energi. Melalui program ini, pemerintah akan fokus pada pengembangan sistem microgrid tenaga surya yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS).

Setiap unit sistem yang dirancang memiliki kapasitas sekitar 0,5 megawatt (MW) tenaga surya dan 1 megawatt hour (MWh) baterai. Model ini secara spesifik dirancang untuk diimplementasikan di wilayah pedesaan, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan sumber energi yang andal, terjangkau, dan terdesentralisasi. Selain itu, PKEKI juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel yang memakan biaya operasional tinggi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.

Platform Investasi Energi Terbarukan Skala Besar

PKEKI dirancang tidak hanya sebagai program pemberdayaan, tetapi juga sebagai platform investasi berskala besar. Diharapkan, program ini mampu menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke sektor energi terbarukan di Indonesia.

Dengan mengombinasikan model distribusi berbasis koperasi dan pembangunan infrastruktur yang terukur, program ini diklaim memiliki kerangka kerja yang bankable, scalable, dan sustainable. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik investasi jangka panjang dari institusi domestik maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi energi bersih terkemuka di kawasan Asia dan ASEAN.

Program ini merupakan perpaduan antara kebijakan pemerintah, kekuatan ekonomi kerakyatan, dan aliran modal global, menjadikannya salah satu platform investasi energi terbarukan yang paling menarik di pasar negara berkembang saat ini.

Advertisement

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Luas

Selain fokus pada penyediaan energi, PKEKI juga dirancang untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Program ini diproyeksikan mampu menciptakan puluhan hingga ratusan ribu lapangan kerja baru, menurunkan biaya energi bagi masyarakat desa dan koperasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, perluasan akses listrik di wilayah terpencil diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta konektivitas digital masyarakat.

Transformasi Koperasi Menjadi Pusat Ekonomi Mandiri

Direktur Utama PT Energy Absolute GreenX Indonesia, Zulnahar Usman, menekankan bahwa program ini lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur energi. “Kami tidak hanya menghadirkan energi, kami membangun koperasi menjadi pusat ekonomi mandiri,” ujar Zulnahar.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini akan mengubah paradigma pembangunan ekonomi dari tingkat akar rumput. Sementara itu, Executive Chairman PT Energy Absolute GreenX Indonesia, Justin Joel, melihat PKEKI sebagai bagian dari transformasi nasional yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar proyek energi, ini adalah platform transformasi nasional,” kata Justin. “Dengan mengintegrasikan infrastruktur, pembiayaan, dan pemberdayaan koperasi dalam skala besar, kita sedang membangun fondasi baru bagi masa depan Indonesia.” Ia optimistis, dengan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi, program ini akan menjadi salah satu inisiatif energi terbarukan paling ambisius di Asia.

Tahapan Implementasi dan Peran Para Pihak

Pelaksanaan PKEKI akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan, skalabilitas, serta dampak jangka panjang di tingkat nasional. Secara konseptual, program ini mengintegrasikan pembangunan infrastruktur energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem microgrid BESS, pemberdayaan koperasi sebagai operator energi lokal, serta penyediaan platform investasi dan pembiayaan.

Kementerian Koperasi berperan sebagai lembaga pemerintah yang memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional dan pembangunan inklusif. Sementara itu, PT Energy Absolute GreenX Indonesia bertindak sebagai perusahaan energi terbarukan yang fokus pada pengembangan tenaga surya dan sistem penyimpanan energi terintegrasi.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas di Asia dan ASEAN, sekaligus menghadirkan model transisi energi yang berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Advertisement