Regional

Dedi Mulyadi Minta Pemkot Bandung Berbenah Total: Pulihkan Wibawa Ibu Kota Jabar

Advertisement

BANDUNG, Kompas.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan perombakan total demi mengembalikan citra dan pamor ibu kota provinsi ini. Ia menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan warga kota.

“Wilujeng enjing seluruh ASN Pemprov Jabar, dan ASN Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih ya. Terus bahu-membahu setiap hari membersihkan lingkungannya masing-masing satu kilometer menuju kantornya harus dalam keadaan bersih, tertata, indah, dan berestetika,” ujar Dedi, seperti dikutip dari akun Instagramnya dan dikonfirmasi oleh Kompas.com pada Rabu (22/4/2026).

Dedi juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam upaya pemulihan kondisi Kota Bandung.

“Saya ucapkan terima kasih juga pada seluruh masyarakat yang mendukung berbagai kegiatan memulihkan kembali Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat, memiliki kharisma, wibawa, dan memiliki sebagai kota berteknologi untuk kepentingan masa depan,” katanya.

Masalah Sampah Menjadi Fokus Utama

Dalam pandangan Dedi Mulyadi, penanganan sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang perlu segera diatasi.

“Kita paham ada beberapa hal yang harus segera dibenahi. Pertama, sampahnya harus segera tertangani dengan baik, tidak boleh lagi ada tumpukan gundukan di berbagai sudut kota,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung sampah. Lebih jauh lagi, TPA tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga sampah di masa mendatang.

Optimalisasi PJU, CCTV, dan Drainase

Selain isu sampah, Dedi Mulyadi juga menyoroti pentingnya fungsi optimal lampu penerangan jalan umum (PJU) di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Yang kedua, PJU-nya tidak boleh ada yang mati. Semuanya harus terang, dan Pemprov Jabar berkomitmen untuk memasang PJU di seluruh sudut Kota Bandung, terutama di jalan-jalan provinsi. CCTV-nya harus terintegrasi dengan baik,” tuturnya.

Advertisement

Ia juga mendesak perbaikan sistem drainase agar mampu mengalirkan air secara efektif dan mencegah terjadinya banjir.

“Drainasenya harus segera dipulihkan agar air bisa mengalir, ke daerah-daerah yang lebih rendah dan tidak menimbulkan banjir, sehingga drainase bebas dari sampah, bebas dari berbagai hambatan,” ucap Dedi.

Transportasi Terintegrasi untuk Mengatasi Kemacetan

Dedi Mulyadi menilai penataan kota sangat krusial agar Bandung tetap menarik sebagai destinasi wisata. Untuk mengatasi persoalan kemacetan, ia mendorong pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi di seluruh kawasan Bandung Raya, termasuk pembangunan underpass dan jembatan layang.

“Kemacetan harus ditangani dengan membangun transportasi publik terintegrasi di seluruh Bandung Raya,” tambahnya.

Ia juga mengusulkan penerapan sistem lampu lalu lintas berbasis digital yang dapat menyesuaikan durasi lampu merah, hijau, dan kuning berdasarkan volume kendaraan yang melintas.

“Sehingga menyesuaikan dengan jumlah kendaraan yang lewat, lama merah, lama hijaunya, dan lama kuningnya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung dalam upaya pembenahan kota.

“Saya ucapkan terima kasih buat Pak Wali Kota Bandung, yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung,” pungkasnya.

Advertisement