Tren

Prospek Cuaca Seminggu ke Depan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan, tepatnya pada periode 21 hingga 27 April 2026. Fenomena cuaca ini berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian serius dalam perencanaan aktivitas sehari-hari. “Masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir,” terang BMKG melalui keterangan resminya.

Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat

BMKG menjelaskan bahwa cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer, baik skala global, regional, maupun lokal. Meskipun variabilitas iklim seperti El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral, tidak memberikan pengaruh dominan, namun faktor lain tetap berpotensi memicu hujan.

Penguatan Monsun Australia diprakirakan akan membawa massa udara kering dari Australia ke Indonesia. Hal ini menjadi indikasi bahwa sebagian besar wilayah mulai bertransisi dari musim hujan menuju musim kemarau, yang ditandai dengan dominasi aliran angin timur.

Advertisement

Namun demikian, potensi hujan sepekan ke depan masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi melewati wilayah Aceh, sementara Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di berbagai wilayah. Kombinasi fenomena ini mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera Barat, Kalimantan Barat, dan Papua, serta labilitas lokal yang kuat, turut berkontribusi pada terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di beberapa lokasi, serta mendukung proses konvektif pada skala lokal.

Prakiraan Wilayah Berpotensi Hujan 21-27 April 2026

BMKG merinci prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat pada periode 21-27 April 2026 sebagai berikut:

Periode 21-23 April 2026

Hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan

Hujan lebat-sangat lebat berpotensi terjadi di:

  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan

Periode 24-27 April 2026

Hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan

Hujan lebat-sangat lebat berpotensi terjadi di:

  • Papua Pegunungan

Angin kencang berpotensi terjadi di:

  • Nusa Tenggara Timur
Advertisement