PONTIANAK, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berkomitmen memperluas akses pendidikan digital melalui program penyediaan internet gratis di seluruh sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan digitalisasi pembelajaran yang diharapkan tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga membuka akses sumber belajar yang lebih luas bagi para pelajar.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Perluasan Akses Internet di Lingkungan Sekolah
Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan bahwa program internet gratis di sekolah lebih dari sekadar menyediakan jaringan. “Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan, melainkan juga membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” ujar Ria Norsan di Pontianak, mengutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, tahap awal program ini telah berhasil menjangkau sembilan sekolah di Kalimantan Barat. Rencananya, program ini akan diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh sekolah di provinsi tersebut.
Akses internet yang memadai di sekolah diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Upaya Menekan Angka Putus Sekolah
Selain fokus pada penguatan digitalisasi, Pemprov Kalbar juga aktif menjalankan program subsidi biaya pendidikan. Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Program subsidi biaya pendidikan ini menyasar sekitar 21.000 siswa yang berasal dari jenjang SMA, SMK, dan SLB swasta di 274 sekolah. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” tegas Ria Norsan.
Melalui kombinasi program internet gratis dan subsidi pendidikan, pemerintah daerah berupaya keras untuk memperluas akses pendidikan. Upaya ini juga diharapkan dapat secara signifikan menekan risiko putus sekolah di kalangan pelajar Kalimantan Barat.






