Regional

Kisah Shaloom Syahra, Siswi MA di Pati yang Lolos Kedokteran Berbekal Hafalan Al Quran

Advertisement

PATI, Indonesia – Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi, Shaloom Syahra Zahdy, siswi kelas XII MIPA Reguler MA Salafiyah Kajen, Pati, membuktikan bahwa ketekunan, keyakinan, dan bakti pada orang tua dapat membuka jalan menuju cita-cita. Ia berhasil lolos seleksi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) melalui jalur prestasi, dengan bekal hafalan Al Quran yang menjadi fondasi kuat.

Bagi Syahra, pilihan jurusan kedokteran bukanlah keputusan mendadak. Ia melihat adanya keterkaitan antara kecintaannya pada hafalan Al Quran dan ilmu kesehatan. Keyakinannya, kedua hal tersebut dapat berjalan seiring, membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga peka terhadap sesama.

Motivasi terbesarnya berasal dari pesan sederhana kedua orang tuanya: membantu orang lain tanpa mengharap imbalan materi. “Jangan pernah berharap imbalan uang dari mereka, mintalah imbalan doa saja,” pesan tersebut menjadi pedoman hidupnya.

Jalur Prestasi Menuju Fakultas Kedokteran

Perjalanan Syahra menuju mimpinya tidaklah mudah. Sejak kelas XI, ia telah mempersiapkan diri untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dengan mengikuti bimbingan belajar khusus kedokteran. Namun, sebuah peluang tak terduga muncul ketika sang ibu mendapatkan informasi mengenai jalur prestasi Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Pada awal Ramadan 2026, dengan dukungan penuh dari sekolah dan keluarga, Syahra memberanikan diri mendaftar. Ia menghadapi persaingan ketat sekitar 850 pendaftar untuk memperebutkan 35 kursi. Meski demikian, keyakinan dan doa mengantarkannya. Akhirnya, kabar gembira itu tiba: Syahra dinyatakan lolos sebagai salah satu kandidat terpilih.

Tangis haru dan syukur mengiringi pencapaian ini, yang ia akui bukan hanya miliknya, tetapi juga milik orang-orang yang senantiasa mendukungnya. Keberhasilan ini, menurutnya, adalah hasil dari kerja keras pribadi, doa orang tua, bimbingan guru, serta dukungan lingkungan yang tak terpisahkan dari perjalanannya.

Advertisement

Berani Bermimpi dan Terus Berusaha

Syahra turut membagikan pesan inspiratif bagi adik-adik kelasnya yang masih merajut mimpi. Ia mengajak mereka untuk berani bermimpi, terus berusaha, sembari tetap menjaga adab kepada guru. “Kejar mimpi dan wujudkan cita-citamu. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berusaha,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghormati guru sebagai kunci pembuka jalan menuju masa depan. MA Salafiyah bagi Syahra lebih dari sekadar tempat belajar; sekolah tersebut telah menjadi rumah kedua yang penuh kenangan, tempat ia tumbuh, belajar, dan menemukan arah hidupnya. Ia berjanji akan selalu membawa nama almamaternya ke mana pun ia melangkah.

“Saya tidak akan pernah melupakan almamater ini. Doa saya akan selalu menyertai para guru yang telah membimbing saya hingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan meraih cita-cita,” tuturnya dengan penuh haru.

Kisah Syahra menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari niat tulus untuk memberi manfaat bagi sesama.

Advertisement