JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek Pelabuhan Patimban Paket 6 di Jawa Barat, yang digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), hampir rampung dengan progres mencapai 85,25 persen. Fasilitas pelabuhan ini ditargetkan siap beroperasi pada Oktober 2026, seiring dengan upaya pengembangan kawasan pelabuhan sebagai hub logistik nasional.
Penyelesaian bertahap proyek Pelabuhan Patimban telah memungkinkan sebagian kawasan pelabuhan untuk mulai difungsikan. Pengembangan berkelanjutan akan terus dilakukan guna mengoptimalkan kapasitas dan layanan logistik di Indonesia.
Fokus Pekerjaan Paket 6
Lingkup pekerjaan pada Paket 6 mencakup pembangunan struktur dermaga (quay wall), reklamasi area penampungan peti kemas (container yard), serta instalasi mekanikal dan elektrikal. Proyek ini merupakan bagian integral dari rencana pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu pusat logistik baru di tanah air.
Sejumlah komponen utama proyek telah berhasil diselesaikan, termasuk pembangunan struktur dermaga dan pekerjaan pengisian pasir untuk area reklamasi. Saat ini, fokus pekerjaan masih tertuju pada penyelesaian struktur rigid serta pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal yang krusial untuk kesiapan operasional pelabuhan.
Untuk menunjang efisiensi dan presisi dalam konstruksi, proyek ini mengadopsi inovasi metode pembangunan precast pada saluran silt ditch. Penerapan teknologi ini memungkinkan proses pembangunan menjadi lebih cepat dan akurat.
Peran Strategis dalam Konektivitas Logistik
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan bahwa proyek Pelabuhan Patimban Paket 6 merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat konektivitas logistik nasional.
“Pelabuhan Patimban Paket 6 merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat konektivitas logistik nasional. WIKA berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas terbaik,” ujar Agung Budi Waskito dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Selasa (21/4/2026).
Mengurangi Beban Pelabuhan Tanjung Priok
Pembangunan Paket 6 Pelabuhan Patimban juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi beban operasional Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dengan demikian, efisiensi biaya logistik di koridor industri Jawa Barat dapat ditingkatkan.
Lebih lanjut, proyek ini akan memperkuat integrasi kawasan Rebana Metropolitan, yang mencakup Cirebon, Patimban, dan Kertajati. Selain itu, pengembangan Pelabuhan Patimban juga berperan dalam meningkatkan kapasitas ekspor nasional, terutama di sektor otomotif.
Melalui penyelesaian proyek infrastruktur strategis ini, WIKA kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan nasional yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.






