Regional

Viral, Video Kerumunan Massa di Jalan Magelang, Polisi Pastikan Bukan Tawuran

Advertisement

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video yang menampilkan kerumunan massa di Jalan Magelang, Kota Yogyakarta, beredar luas di media sosial pada Minggu (20/4/2026). Pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah tawuran warga.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Yogyakarta, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Anton Budi Susilo, memberikan klarifikasi mengenai rekaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa gerombolan massa yang terlihat dalam video merupakan sekelompok anak muda yang tengah berkumpul di sebuah kafe di Jalan Magelang, yang berada di bawah wilayah hukum Polsek Mlati, Polresta Sleman.

“Diketahui terdapat sekelompok anak muda yang berkumpul di sebuah kafe di Jalan Magelang, yang termasuk dalam wilayah hukum Polsek Mlati, Polresta Sleman,” kata Ipda Anton Budi Susilo, Senin (20/4/2026).

Ipda Anton menambahkan bahwa rombongan tersebut kemudian diminta untuk membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing. “Sekelompok anak muda yang mengenakan kaus hitam bertuliskan “HTF (Hooligans To Fight)” tersebut kemudian diarahkan untuk bergerak ke arah barat melalui penggal jalan batas kota dari Jl. Magelang, selanjutnya melalui Jl. Rogoyudan I Kragilan, tembus Jl. Jambon hingga ke arah barat memasuki Jl. Kabupaten wilayah Gamping, Sleman,” jelasnya.

Advertisement

Tindakan pengarahan pergerakan massa tersebut dilakukan untuk mengurai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perkotaan Yogyakarta. “Hal itu guna mengurai pergerakan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah kota (Yogyakarta),” imbuhnya.

Pihak kepolisian turut menghalau rombongan tersebut dengan cara melintangkan kendaraan operasional, yang sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas. “Perlu ditegaskan bahwa informasi yang beredar terkait adanya tawuran atau perkelahian antar warga adalah tidak benar. Demikian pula isu yang menyebut adanya anggota Polri yang mengalami pemukulan, dipastikan tidak benar,” tegas Ipda Anton Budi Susilo.

Advertisement