BONDOWOSO, KOMPAS.com – Dedikasi luar biasa ditunjukkan para tenaga pendidik di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, demi memastikan seluruh siswa kelas VI jenjang Sekolah Dasar (SD) dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Di tengah keterbatasan sarana prasarana, para guru rela meminjamkan laptop pribadi mereka agar para siswa dapat mengikuti ujian yang dilaksanakan secara daring (online) ini.
Ujian TKA yang diikuti oleh total 8.124 pelajar dari berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta di Bondowoso ini mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Pelaksanaan ujian terpusat melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id.
Inovasi di Tengah Keterbatasan Sarana
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa sistem pelaksanaan ujian dibagi menjadi empat gelombang untuk menjaga kelancaran akses. Gelombang pertama telah dimulai sejak Senin dan berlanjut hingga hari ini, Selasa (21/4/2026).
Taufan mengakui adanya tantangan terkait ketersediaan sarana prasarana di beberapa lokasi ujian. Namun, ia memastikan bahwa pihak sekolah telah berupaya melakukan berbagai inovasi untuk mengatasi kendala tersebut.
“Sebagian ada yang menggunakan Chromebook, ada yang pakai komputer sekolah, ada juga yang gunakan laptopnya guru,” ujar Taufan kepada wartawan, Selasa.
Salah satu contoh nyata dari upaya tersebut terlihat di SDN Koncer 1. Sekolah ini hanya memiliki 12 siswa peserta ujian, namun kekurangan perangkat komputer yang memadai. Untuk menyiasatinya, para guru secara kompak meminjamkan laptop pribadi mereka.
“Ada total 6 laptop milik gurunya. Untuk itu, ujian di SD tersebut dibagi dalam dua sesi,” tambah Taufan.
Selain meminjam laptop dari guru, beberapa sekolah lain juga memanfaatkan bantuan Chromebook yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ada pula sekolah yang memilih untuk bergabung dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Siasat Sekolah Pelosok: Sinyal WiFi hingga Genset
Kondisi berbeda namun tetap teratasi terlihat di sekolah-sekolah yang berlokasi jauh dari pusat kota. Kepala Sekolah SDN Sumbersuko 1, Septyana Agustine, mengungkapkan bahwa 11 siswanya dijadwalkan mengikuti ujian pada gelombang kedua esok hari. Meskipun berada di daerah terpencil, Septyana menjamin bahwa akses internet tidak akan menjadi kendala.
“Sinyal aman,” kata Septyana singkat.
Ia menjelaskan bahwa sekolahnya telah lama memasang jaringan WiFi, dan akan memanfaatkan unit Chromebook yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan.
Sementara itu, di SDN Selolembu, Kepala Sekolah Catur Mega Sofianto melaporkan bahwa pelaksanaan ujian berjalan tertib bagi 6 siswanya. Selain mengandalkan fasilitas bantuan dari pemerintah, pihak sekolah juga telah menyiapkan skenario darurat untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis.
“Kami juga mengantisipasi menggunakan generator atau genset untuk mengantisipasi putusnya sambungan listrik,” terang Catur.
Untuk konektivitas internet, meskipun sinyal di wilayahnya tergolong stabil, Catur tetap menyiapkan jaringan cadangan berupa hotspot seluler. Menurutnya, persiapan yang matang, termasuk simulasi penggunaan perangkat, telah diberikan kepada siswa sebelum hari pelaksanaan ujian.
“Siswa telah diberikan pembekalan dan simulasi, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat saat ujian berlangsung,” pungkasnya.






