JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria berseragam gelap menghentikan paksa sebuah mobil di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, memicu kehebohan di media sosial. Aksi yang dinilai represif tersebut belakangan terungkap dilakukan oleh anggota kepolisian yang sedang menindaklanjuti laporan dugaan transaksi narkoba. Pihak kepolisian akhirnya memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian dan alasan mobil tersebut dilepaskan tanpa penggeledahan.
Insiden ini bermula dari cekcok antara pemilik mobil dan petugas yang berujung pada perekaman dan penyebaran video oleh pengemudi.
Identitas para pria yang mencegat mobil itu akhirnya terkuak. Mereka adalah personel dari Polsek Grogol Petamburan yang tengah melakukan operasi terkait dugaan peredaran narkotika.
Lantas, bagaimana kronologi lengkapnya, dan mengapa mobil tersebut akhirnya dilepas tanpa ada penggeledahan?
Kronologi Mencekam di Daan Mogot
Kejadian berawal saat pengemudi mobil tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Pengemudi mengaku sudah merasa diikuti oleh sekelompok pria sejak berada di depan Kompleks Casa Jardin. Pengejaran tersebut berlanjut hingga akhirnya mobilnya dicegat di kawasan Pesing, tepat di bawah flyover.
Para pria yang berjumlah enam orang dan menggunakan tiga sepeda motor itu mengaku sebagai anggota polisi dari Polres Metro Jakarta Barat. Mereka bahkan sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Sekitar jam 15.30 WIB mobil saya tiba-tiba dicegat tiga motor dan enam orang mengaku polisi dan teriak-teriak agar saya buka pintu mobil dan dituduh ambil narkoba dari kawasan Cengkareng,” tulis pengunggah dalam keterangan videonya.
Dalam situasi panik, pengemudi membuka pintu mobil. Salah satu pria kemudian menerobos masuk dan duduk di kursi belakang, sembari memerintahkan mobil untuk segera ditepikan.
Ketegangan mereda ketika perekam video menghubungi seorang kenalannya yang bertugas di Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Setelah panggilan tersebut, para pria yang mencegat langsung meninggalkan lokasi.
Didasari Laporan Anonim
Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya membenarkan bahwa personel yang terlihat dalam video adalah anggotanya yang sedang bertugas. “Jadi kejadian kemarin itu, memang itu dari personel kami, menerima laporan dari masyarakat bahwa dicurigai ada transaksi narkoba,” ungkap Reza saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Menurut Reza, mobil tersebut sudah masuk dalam radar pengawasan sejak berada di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
Meskipun telah melakukan pencegatan dan upaya masuk ke dalam mobil, polisi pada akhirnya memutuskan untuk melepaskan kendaraan tersebut. Reza menjelaskan bahwa pembatalan penggeledahan dilakukan karena pengemudi menolak diperiksa dan adanya anak di bawah umur di dalam mobil.
“Makanya kami melakukan penggeledahan ke mobil tersebut. Tapi yang terjadi ya si yang meng-upload video ini dia tidak kooperatif gitu. Dia tidak kooperatif malah itu tadi, memviralkan video tersebut, gitu,” ucap Reza.
Petugas di lapangan kemudian memilih untuk mundur dengan mempertimbangkan kondisi tersebut. “Akhirnya ya karena tidak kooperatif itu dan di mobil itu kan juga ada anak di bawah umur, jadi makanya kami lepas gitu,” jelasnya.
Dalih Antisipasi Bahaya
Dalam rekaman yang beredar, warganet menyoroti sikap petugas yang dianggap agresif, seperti berteriak, menggebrak, hingga memaksa masuk ke mobil. Menanggapi kritik tersebut, Reza menyatakan bahwa tindakan itu merupakan bentuk kewaspadaan di lapangan.
Menurutnya, mengingat sasaran operasi adalah terduga pelaku tindak pidana narkoba, petugas harus mengantisipasi potensi bahaya. “Karena kan tahu sendiri kalau mungkin bahayanya dari dalam mobil itu kan, ya kami antisipasi lah untuk hal-hal tersebut. Makanya kami dengan adanya laporan dari masyarakat itu, makanya kami melakukan tindakan itu,” tuturnya.
Meskipun demikian, tindakan personel Polsek Grogol Petamburan tersebut tetap akan dievaluasi oleh internal kepolisian. “Nah, untuk saat ini sudah dimintai keterangan oleh dari Propam terkait dengan video viral itu, terkait dengan kejadian itu. Iya, betul (sementara pemeriksaan di Propam dulu),” kata Reza.
Di sisi lain, Reza menyatakan bahwa perkara ini belum sepenuhnya ditutup. Kepolisian masih berupaya melacak identitas pengemudi mobil untuk dimintai klarifikasi lebih lanjut. “Nah, sampai saat ini kami lagi masih mencari identitas yang memviralkan videonya ini untuk mau kita mediasikan. Iya, sekarang kita masih berusaha buat nyari,” tutupnya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan resmi kepolisian di nomor 110 apabila ingin melaporkan dugaan tindak kejahatan di lingkungan sekitar.






