JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menargetkan pembangunan 35.408 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.625 lokasi masih dalam tahap pembangunan, sementara 5.714 unit Kopdes Merah Putih telah rampung dibangun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui adanya variasi dalam kesiapan lahan untuk pembangunan Kopdes. “Di perkotaan harga tanah mahal, sementara di daerah pedesaan ada yang tak sesuai standar. Pemerintah akan menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Zulhas, dikutip dari Kontan, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, lahan yang belum sesuai akan terus didata dan disesuaikan pada periode berikutnya. “Karena di kota-kota itu tanahnya mahal, ada juga dari tanah daerah dan instansi tidak sesuai standar, itu akan kita selesaikan,” jelasnya.
Rekrutmen Tenaga Kerja Kopdes Merah Putih
Untuk operasional puluhan ribu Kopdes, pemerintah membuka 35.476 lowongan kerja. Rinciannya, 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih yang akan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, dan 5.476 sisanya untuk pegawai Kopdes.
“Jadi sudah daftar totalnya 383.830, bahwa ini kita nyatakan memang perdaftarnya terbuka, transparan, jujur dan tidak ada yang menjamin-jamin bisa diterima, ya terbuka apa adanya saja,” kata Zulhas mengenai antusiasme pendaftar.
Skema Gaji Manajer Kopdes Masih Digodok
Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata menyatakan, pihaknya masih merampungkan skema besaran gaji untuk manajer Kopdes Merah Putih. Skema gaji akan mengacu pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
“PKWT kan ada aturannya. Kita tidak asal memberikan gaji. Jadi don’t worry,” jelas Tedi, dikutip dari Kontan, Senin (20/4/2026).
Pemerintah masih memiliki waktu untuk mematangkan skema gaji hingga Juni 2026, bertepatan dengan rencana pengumuman hasil seleksi. “Nanti Juni baru sudah pengumuman yang diterima rencananya begitu,” ungkap Tedi.






