Peringatan Hari Kartini setiap 21 April mengingatkan kita pada sosok Raden Ajeng Kartini, seorang pelopor kebangkitan perempuan yang namanya sering disingkat menjadi RA Kartini. Namun, tak hanya beliau, sejumlah pahlawan nasional lain juga dikenal melalui singkatan namanya, seperti MH Thamrin dan AH Nasution. Seringkali, kepanjangan dari singkatan tersebut belum banyak diketahui publik.
Daftar Singkatan Nama Pahlawan Nasional dan Penjelasannya
Setiap pahlawan nasional memiliki kisah dan kontribusi unik bagi bangsa Indonesia. Sebagian dari mereka dikenal dengan nama lengkapnya, namun tak sedikit pula yang lebih akrab disapa melalui singkatan namanya. Berikut adalah daftar singkatan nama pahlawan nasional beserta kepanjangannya:
- Raden Ajeng Kartini (R.A Kartini)
Lahir di Jepara pada 21 April 1879, RA Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan nusantara. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2 Mei 1964. - Karel Sadsuitubun (K.S. Tubun)
Tokoh kepolisian kelahiran Maluku, 14 Oktober 1928, ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965. - Mohammad Hoesni Thamrin (MH Thamrin)
Seorang politisi dan aktivis kemerdekaan, MH Thamrin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1960. - Wage Rudolf Supratman (WR Supratman)
Komposer lagu kebangsaan Indonesia ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1971. - Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Cokroaminoto)
Sebagai politisi dan pemimpin pertama Sarekat Islam, HOS Cokroaminoto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1961. - Mas Tirtodarmo Haryono (M.T. Haryono)
Salah satu dari tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi Lubang Buaya. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1971. - Tahi Bonar Simatupang (T.B. Simatupang)
Tokoh militer dan tokoh Gereja di Indonesia ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2013. - Hajjah Rangkayo Rasuna Said (H.R. Rasuna Said)
Pejuang kemerdekaan dan hak asasi ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974. - Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (G.S.S.J. Ratulangi)
Politikus, jurnalis, dan guru asal Sulawesi Utara ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974. - Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)
Ulama, filsuf, dan sastrawan yang turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011. - Donald Isaac Panjaitan (D.I. Panjaitan)
Lahir di Balige, Sumatera Utara, pada 19 Juni 1925, D.I. Panjaitan dikenal sebagai tokoh militer Indonesia dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965. - Siswondo Parman (S. Parman)
Tokoh militer Indonesia kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918, ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965. - Raden Eddy Martadinata (RE Martadinata)
Pahlawan Nasional asal Bandung ini merupakan tokoh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Lahir pada 29 Maret 1921, ia meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 6 Oktober 1966 dan dimakamkan di TMP Kalibata. RE Martadinata ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 7 Oktober 1966. - Abdul Haris Nasution (AH Nasution)
Tokoh militer yang merupakan salah satu dari tiga pemegang gelar Jenderal Besar di Indonesia. Lahir di Mandailing Natal, 3 Desember 1918, AH Nasution tercatat sebagai peletak dasar sistem gerilya pada masa revolusi. Ia menjadi salah satu target dalam gerakan 30 September dan berhasil selamat, meskipun putrinya, Ade Irma Suryani, gugur dalam peristiwa tersebut.






